Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaPemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H Bersamaan dengan Muhammadiyah Rabu...

Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H Bersamaan dengan Muhammadiyah Rabu 27 Mei 2026

Infokaltim.id, Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriyah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 1447 H bertepatan dengan Rabu, 27 Mei 2026.

“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat, disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Senin 18 Mei 2026. Dan dengan demikian, Hari Raya Idul Adha10 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Rabu 27 Mei 2026,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H di Jakarta, Ahad (17/5/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah Kemenag menerima laporan hasil rukyatulhilal dari 88 titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia. 

Berdasarkan laporan yang diterima, hilal terkonfirmasi terlihat di Kabupaten Labuhan oleh dua perukyat, yakni KH Soeudul Azkar dan Zarkasyi.

“Berdasarkan laporan yang diterima, hilal terkonfirmasi terlihat oleh pertama, KH Soeudul Azkar dan Zarkasyi di Kabupaten Labuhan dan telah disumpah oleh Dr Tommy Asram, SH  MH, Hakim Pengadilan Agama Labuhan,” ujar Menag.

Menag menjelaskan, penetapan awal Dzulhijjah dilakukan berdasarkan hasil hisab dan rukyat yang dipaparkan dalam seminar serta dibahas dalam sidang isbat bersama berbagai pihak terkait.

“Dengan dukungan data hisab dan kesaksian rukyat, laporan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menetapkan awal Dzulhijjah 1447 secara objektif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Menag.

Sementara, Sebelumnya Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Iduladha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan itu didasarkan pada metode hisab astronomi global yang digunakan dalam sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dalam keterangannya, Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijjah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 berdasarkan Parameter Kalender Global (PKG) yang menjadi dasar penentuan awal bulan Hijriah secara internasional.

Sistem PKG dirancang untuk menyatukan penanggalan Hijriah secara global dengan prinsip keterlihatan hilal secara internasional, bukan berdasarkan batas wilayah negara tertentu.

Secara astronomis, ijtimak atau konjungsi Matahari dan Bulan menjelang Zulhijjah 1447 H terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Namun, pada saat Matahari terbenam di hari yang sama, belum ada wilayah di dunia yang memenuhi kriteria PKG.

Parameter utama berupa tinggi Bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat sebelum pukul 24.00 UTC belum terpenuhi. Sementara itu, parameter kedua juga tidak memenuhi syarat karena tidak ditemukan wilayah di daratan Amerika yang memenuhi ketentuan astronomis setelah pukul 24.00 UTC.

Atas dasar itu, awal Zulhijjah 1447 H tidak dapat ditetapkan pada 17 Mei 2026 dan dimundurkan menjadi 18 Mei 2026. Dari hasil perhitungan tersebut, Hari Raya Iduladha kemudian ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Keseragaman penetapan Iduladha tahun ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan umat Islam di Indonesia, terutama dalam pelaksanaan ibadah dan perayaan hari besar keagamaan secara bersama-sama.

[ard]

RELATED ARTICLES

Most Popular