
Infokaltim.id, Samarinda – Peristiwa kebakaran yang kerap terjadi persentasenya lebih banyak disebabkan korsleting listrik. Biasanya, dipicu kondisi instalasi yang sudah usang maupun akibat dari arus pendek hingga kabel bocor.
Sebab itu, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengingatkan masyarakat agar secara berkala mengecek kabel-kabel maupun cara penggunaan listik harus sesaui standa untuk mencegah arus pendek hingga terjadinya kebakaran.
“Biasanya bahaya instalasi listrik yang sudah uzur sebagai penyebab utama kebakaran di kawasan padat penduduk,” ungkapnya.
Menurutnya, kebakaran di permukiman padat hampir selalu bermula dari korsleting listrik, terutama pada instalasi yang sudah berumur lama dan tidak pernah diperbarui sesuai standar Sistem Keselamatan Instalasi (SSKI).
“Tapi, tidak hanya di kawasan pemukiman padat penduduk saja, kawasan industri di Samarinda pun pernah beberapa kali mengalami kebakaran akibat instalasi yang tidak memenuhi standar, apalagi rumah-rumah tinggal biasa,” sebutnya.
Politisi Gerindra ini menyebutkan, bahwa Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda mencatat kebakaran sebagai salah satu bencana paling berulang di Kota Tepian ini, terutama di kawasan permukiman padat yang sebagian besar menggunakan instalasi listrik lama tanpa pemeliharaan berkala.
“Kondisi ini diperparah oleh minimnya titik hidran dan akses jalan yang sempit sehingga menyulitkan operasi pemadaman,” ujarnya.
Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi infrastruktur, pembangunan, lingkungan hidup, dan pemadam kebakaran, Deni menegaskan pihaknya secara aktif melakukan sidak ke berbagai bangunan di Kota Samarinda untuk memantau kesiapan sarana proteksi kebakaran.
“Dan, kami sering kali mengingatkan ke BPBD agar kawasan permukiman padat penduduk rawan kebakaran agar di bangun titik hidran, supaya memudahkan bagi teman-teman pemadam kebakaran untuk melakukan tugasnya,” tuturnya.
Deni mengimbau warga untuk segera memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing dan melakukan penggantian jika sudah tidak layak. Ia juga mendorong pihak RT dan kelurahan untuk menggalakkan edukasi keselamatan kebakaran di lingkungan masing-masing sebagai langkah pencegahan dini.
Langkah pencegahan kebakaran ini, kata Deni, tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dengan memulai dari hal-hal sederhana seperti mematikan kompor sebelum meninggalkan rumah dan rutin memeriksa kondisi instalasi listrik.
“Ini juga sering kali saya sampaikan saat bertemu dengan masyarakat seperti reses dan silturahim kegiatan lainnya,” tutupnya.
[ary|anl|adv]
