Infokaltim.id Bontang– Upaya menekan kenakalan remaja di Kota Bontang tidak cukup hanya mengandalkan penindakan atau pemberian sanksi. Dibutuhkan pendekatan yang lebih humanis melalui pendidikan agama yang kuat serta lingkungan sosial yang sehat agar generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi berkarakter dan berdaya saing.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal. Menurutnya, pembinaan generasi muda harus menjadi perhatian bersama karena masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan pencarian jati diri.
Saeful mengatakan, masyarakat perlu melihat persoalan remaja secara lebih objektif. Di tengah berbagai kasus kenakalan remaja yang kerap menjadi sorotan, masih jauh lebih banyak anak-anak dan remaja yang tumbuh dengan perilaku positif serta berprestasi di berbagai bidang.
“Ini menjadi kabar yang menggembirakan. Artinya, generasi muda yang memiliki perilaku baik masih jauh lebih banyak dibandingkan yang terlibat dalam perilaku negatif. Namun tentu kita tidak boleh lengah. Upaya pembinaan harus terus dilakukan agar angka kenakalan remaja bisa semakin ditekan,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Politisi PKS tersebut menilai, remaja yang terlanjur terlibat dalam perilaku menyimpang tidak seharusnya dijauhi atau diberi stigma negatif secara berlebihan. Sebaliknya, mereka perlu mendapatkan perhatian, pendampingan, serta bimbingan agar mampu kembali ke lingkungan yang positif.
Menurutnya, tanggung jawab membentuk generasi muda tidak hanya berada di pundak pemerintah daerah. DPRD, sekolah, keluarga, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, hingga komunitas kepemudaan memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang remaja.
“Semua pihak harus terlibat. Mulai dari pemerintah, DPRD, sekolah, keluarga, organisasi keagamaan, masjid, gereja, dan seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama. Tujuannya agar semakin banyak anak-anak yang tumbuh dengan karakter baik dan mereka yang sempat salah langkah bisa kembali ke lingkungan yang positif,” katanya.
Saeful menegaskan bahwa pendidikan keagamaan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Nilai-nilai agama, kata dia, mampu menjadi pedoman dalam menentukan sikap, perilaku, dan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mendukung berbagai program pembinaan karakter yang telah diterapkan di lingkungan pendidikan. Mulai dari kegiatan salat dhuha bagi siswa muslim hingga pembinaan kerohanian bagi peserta didik nonmuslim sesuai keyakinan masing-masing.
Menurutnya, program-program tersebut memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral, etika, serta tanggung jawab sosial sejak usia dini.
“Pendidikan agama bukan hanya kebutuhan anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Ketika nilai agama tertanam dengan baik, maka kemampuan, pengetahuan, dan sumber daya yang dimiliki seseorang akan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat,” jelasnya.
Meski demikian, Saeful mengingatkan bahwa pendidikan agama harus berjalan beriringan dengan penciptaan lingkungan sosial yang kondusif. Sebab, lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis dan perilaku remaja.
Menurut dia, anak-anak yang berada dalam komunitas positif akan lebih mudah terdorong melakukan aktivitas yang produktif dan bermanfaat. Sebaliknya, lingkungan yang kurang sehat berpotensi menyeret mereka ke perilaku negatif.
Oleh karena itu, DPRD Bontang mendorong generasi muda untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan komunitas yang berorientasi pada pengembangan diri. Baik melalui organisasi sekolah, kegiatan sosial, organisasi kepemudaan, maupun wadah pembinaan keagamaan seperti Ikatan Remaja Masjid (IRMA) dan organisasi remaja gereja.
“Kegiatan positif harus terus diperbanyak. Di sana anak-anak mendapatkan pembinaan, lingkungan yang sehat, teman-teman yang baik, sekaligus ruang untuk mengembangkan potensi diri. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan generasi muda Bontang yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.
[ayu|anl|adv]
