Senin, September 14, 2026
BerandaBeritaPolder Tanjung Laut Mulai Dibangun, DPRD Bontang Kawal Proyek Tampung 38 Ribu...

Polder Tanjung Laut Mulai Dibangun, DPRD Bontang Kawal Proyek Tampung 38 Ribu Kubik Air

Infokaltim.id, Bontang – Upaya Kota Bontang mengurangi banjir akibat hujan deras mulai memasuki tahap pengerjaan fisik. Polder Tanjung Laut yang diproyeksikan menjadi salah satu titik penampungan limpasan air kini mencatat progres pembangunan sekitar 5 persen.

Proyek tersebut dirancang dengan luas sekitar 7.000 meter persegi. Jika rampung, kolam retensi ini diperkirakan mampu menampung hingga 38 ribu meter kubik air sebelum dialirkan kembali ke kawasan pembuangan.

Besarnya kapasitas tampungan membuat proyek Polder Tanjung Laut dinilai memiliki peran penting dalam sistem pengendalian banjir Bontang. Terlebih, kawasan perkotaan kerap menghadapi genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam waktu cukup lama.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, pihaknya tidak ingin pembangunan hanya mengejar penyelesaian fisik. DPRD juga akan melihat apakah sistem yang dibangun nantinya benar-benar mampu bekerja sesuai fungsi yang direncanakan.

“Progresnya 5 persen, tetapi secara keseluruhan masih on going sesuai dengan target,” kata Andi Faizal saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, persoalan utama yang perlu dipastikan adalah arah pergerakan air. Polder harus menjadi bagian dari jalur pengendalian limpasan, bukan sekadar tempat menampung air ketika hujan turun.

Dalam perencanaan, limpasan dari kawasan atas Era Fresh akan diarahkan menuju kolam retensi Polder Tanjung Laut. Setelah ditampung, air kemudian akan dialirkan menuju kawasan Rawa Indah.

“Yang kita harapkan, pembangunan ini sudah melalui kajian sehingga aliran airnya sesuai. Dari atas Era Fresh turun ke kolam retensi, kemudian dibuang ke Rawa Indah,” jelasnya.

Skema tersebut, lanjut Andi Faizal, harus mendapat perhatian selama pengerjaan berlangsung. Sebab, efektivitas polder sangat bergantung pada keterhubungan antara sumber limpasan, kolam penampungan, dan jalur pembuangan.

DPRD Bontang juga memastikan proyek tersebut tetap dipantau hingga tahap penyelesaian. Pengawasan diperlukan agar pekerjaan di lapangan tidak menyimpang dari perencanaan teknis yang telah disusun.

Andi Faizal menambahkan, Polder Tanjung Laut secara khusus diarahkan untuk mengurangi banjir yang bersumber dari curah hujan di dalam wilayah Kota Bontang. Artinya, fungsi utama infrastruktur tersebut adalah menahan dan mengatur limpasan air hujan agar tidak langsung masuk ke kawasan yang rawan tergenang.

“Ini salah satu upaya kita mengurai banjir curah hujan. Bukan banjir kiriman, tetapi banjir hujan dari Kota Bontang,” tandasnya.

Dengan kapasitas tampungan mencapai 38 ribu meter kubik, Polder Tanjung Laut diharapkan dapat mengurangi beban sistem drainase saat hujan deras. Keberadaannya sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bontang dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir.

Namun, manfaat tersebut baru dapat dirasakan maksimal apabila seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan. Karena itu, DPRD menilai pengawasan terhadap pembangunan, jalur aliran, hingga mekanisme pembuangan air menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Proyek Polder Tanjung Laut kini masih dalam tahap awal. DPRD Bontang akan terus mengawal progresnya agar ketika selesai, infrastruktur tersebut tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar mampu menjalankan fungsi sebagai penyangga banjir di kawasan Tanjung Laut.

RELATED ARTICLES

Most Popular