Senin, November 2, 2026
BerandaBeritaDisdikpora PPU Dorong Buku Bilingual dan Penguatan Guru untuk Mulok Bahasa Paser

Disdikpora PPU Dorong Buku Bilingual dan Penguatan Guru untuk Mulok Bahasa Paser

Infokaltim.id, Penajam – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong perbaikan bahan ajar dan penguatan kapasitas guru guna mengoptimalkan pembelajaran muatan lokal (mulok) Bahasa Paser di sekolah.

Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, menilai buku ajar yang ada saat ini belum ideal untuk mendukung proses belajar mengajar. Buku tersebut hanya menggunakan Bahasa Paser tanpa padanan Bahasa Indonesia.

“Bukunya sekarang hanya satu bahasa. Idealnya dibuat dua bahasa, ada Indonesia dan Paser, biar guru lebih mudah menjelaskan,” katanya.

Ia menambahkan, format bilingual penting karena latar belakang siswa di PPU sangat beragam. Sebagian besar peserta didik bukan dari suku Paser, sehingga membutuhkan buku yang lebih komunikatif.

Selain bahan ajar, Disdikpora juga menyoroti keterbatasan tenaga pengajar. Saat ini mulok Bahasa Paser di jenjang SD dan SMP masih diajarkan oleh guru kelas maupun guru bidang studi lain, belum ada guru khusus di setiap sekolah.

Menurut Durajat, idealnya setiap satuan pendidikan memiliki guru khusus mulok Bahasa Paser. Pengajarnya tidak harus berasal dari suku Paser, yang terpenting memahami dan mampu mengajarkan bahasa daerah dengan baik.

“Guru khusus Bahasa Paser memang masih kurang. Walaupun bukan orang Paser, kalau paham bahasanya tentu bisa mengajar,” ujarnya.

Jika kebutuhan ideal itu dipenuhi, jumlah guru yang dibutuhkan bisa mencapai ratusan orang, sesuai keberadaan SD dan SMP di wilayah ini.

Namun, Disdikpora juga masih dibebani kekurangan pengajar dipicu adanya guru yang akan memasuki masa pensiun, selain daripada kebutuhan guru umum dan bidang studi.

Lanjutnya, persoalan guru mulok tersebut telah dibahas bersama DPRD dan Lembaga Adat Paser (LAP) serta menjadi perhatian lintas perangkat daerah.

“Ini tugas bersama. Kami bersama BKPSDM dan BKAD terus menyikapi kekurangan guru, termasuk guru kelas dan guru mapel,” jelasnya.

Sembari menunggu pemenuhan guru ideal, Disdikpora mengoptimalkan tenaga yang tersedia. Penguatan dilakukan melalui forum pertemuan guru mulok, pendampingan, dan melibatkan pengawas sekolah yang menguasai Bahasa Paser agar pembelajaran tetap berjalan.

“Guru-guru mulok terus kita bina kapasitasnya. Pengawas yang menguasai Bahasa Paser kita libatkan untuk mendampingi pembelajaran di sekolah,” tutupnya.

[say|anl|adv kmf ppu]

Post Views: 17
RELATED ARTICLES

Most Popular

Post Views: 111,614