Sabtu, Juli 18, 2026
BerandaBeritaAndi Satya Desak Pembenahan Menyeluruh Layanan RSUD AWS Samarinda

Andi Satya Desak Pembenahan Menyeluruh Layanan RSUD AWS Samarinda

Infokaltim.id, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, mendesak manajemen RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kualitas pelayanan.

Desakan ini muncul setelah berbagai keluhan masyarakat terus mengalir terkait pelayanan rumah sakit rujukan terbesar di Kaltim tersebut.

Andi mengungkapkan, laporan yang diterima pihaknya menunjukkan bahwa persoalan terjadi hampir pada seluruh lini layanan, mulai dari tahap registrasi hingga pengambilan obat.

“Keluhan terhadap RSUD AWS jumlahnya masih sangat tinggi. Mulai dari proses pendaftaran yang berjalan lambat, ketersediaan kamar rawat inap yang dianggap selalu penuh, penanganan di UGD yang memakan waktu lama, hingga antrean di poli yang mengular setiap hari,” ujar Andi.

Ia menambahkan, banyak masyarakat yang terpaksa datang sejak dini hari hanya demi mendapatkan nomor antrean.

Namun meski sudah menunggu sejak subuh, pasien tetap harus menghadapi waktu tunggu panjang sebelum dapat bertemu dokter.

Tidak hanya itu, bagian farmasi juga disebut menjadi salah satu titik yang paling sering dikeluhkan. Waktu tunggu pengambilan obat, kata Andi, kerap memakan waktu berjam-jam.

“Warga bisa datang sejak pagi buta, tetapi satu hari bisa habis hanya untuk menunggu obat. Bahkan dalam beberapa kasus, obat belum selesai juga hingga menjelang sore,” tegasnya.

Politisi Fraksi Golkar tersebut menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya manajemen internal, terutama dalam hal pengaturan distribusi obat, alur pelayanan, dan efisiensi tenaga kesehatan.

Terkait hal itu, Komisi IV telah meminta Plt Direktur RSUD AWS melakukan langkah-langkah konkret yang mampu memangkas waktu tunggu pasien.

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah layanan pengiriman obat melalui kurir.

“Setelah diperiksa dokter, pasien bisa langsung pulang. Obatnya nanti dikirim ke rumah. Cara ini dapat memotong waktu tunggu dua sampai tiga jam, sehingga lebih nyaman bagi pasien,” jelas Andi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa obat-obatan emergensi tetap harus diberikan langsung di lokasi.

Andi berharap keberadaan Dewan Pengawas (Dewas) yang baru mampu mempercepat perbaikan layanan.

Menurutnya, sejumlah aspek harus menjadi fokus utama, seperti peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan, respons cepat terhadap keluhan, serta penataan ulang manajemen antrean agar masyarakat merasa lebih nyaman saat berada di rumah sakit.

Komisi IV, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap perkembangan reformasi layanan di RSUD AWS.

Evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan terjadinya perubahan nyata.

“Yang kami inginkan adalah masyarakat Kaltim memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, manusiawi, dan sesuai standar,” tutur Andi.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen DPRD untuk terus mengawal proses perbaikan tersebut.

“Pengawasan tidak akan berhenti sampai kami melihat perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

[anr|anl|ads dprd kaltim]

RELATED ARTICLES

Most Popular