Senin, Juli 20, 2026
BerandaBeritaDPK Kaltim Gelar Lomba Cipta, Baca Puisi dan Bedah Buku dalam Rangka...

DPK Kaltim Gelar Lomba Cipta, Baca Puisi dan Bedah Buku dalam Rangka Peringati Hari Kunjung Perpustakaan 2025

Infokaltim.id, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur menggelar Lomba Cipta dan Baca Puisi serta acara Bedah Buku dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan 2025. 

Kegiatan ini menjadi wadah untuk membumikan literasi sekaligus menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

Plt Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Bidang Perpustakaan, meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Bidang Perpustakaan atas gagasannya menyelenggarakan forum strategis ini. Dengan segala keterbatasan, kegiatan ini tetap mampu memberi dampak besar bagi literasi di Kaltim,” ujarnya saat membuka acara di Aula DPK Kaltim, Selasa (16/09/2025).

Anita juga menyampaikan terima kasih kepada para narasumber, dewan juri, serta pegiat literasi yang turut hadir memeriahkan peringatan ini. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat budaya membaca di Kaltim.

Mengusung tema “Membumikan Literasi, Menumbuhkan Generasi Emas”, Anita menegaskan bahwa semangat literasi sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Kalimantan Timur 2025–2029: Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.

“Visi ini bukan sekadar slogan, tetapi arah nyata untuk menyiapkan generasi Kaltim yang cerdas, kreatif, dan tangguh menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka pada 2045,” tegasnya.

Lomba cipta dan baca puisi yang digelar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi dan refleksi.

“Puisi mengajak kita lebih peka terhadap lingkungan, budaya, serta dinamika sosial yang ada di sekitar,” tambah Anita.

Selain lomba, kegiatan bedah buku “Kisah-Kisah Samarinda Tempo Dulu” turut menarik perhatian. Melalui buku ini, peserta diajak menelusuri sejarah dan kearifan lokal, sebagai pengingat bahwa literasi juga bermakna menjaga identitas dan budaya daerah.

Rangkaian kegiatan melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, hingga masyarakat umum. Kehadiran mereka mencerminkan bahwa literasi adalah gerakan kolektif.

“Literasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lembaga pendidikan, dunia usaha, komunitas, bahkan keluarga,” ungkap Anita.

Ia berharap momentum Hari Kunjung Perpustakaan 2025 dapat memperkokoh ekosistem literasi di Kalimantan Timur.

“Dengan literasi yang membumi, kita optimistis dapat menumbuhkan Generasi Emas 2045 yang siap membawa bangsa menuju kejayaan,” pungkasnya.

[hms|anl|adv diskominfo kaltim]

RELATED ARTICLES

Most Popular