Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaDPRD Samarinda Minta Pemkot Prioritaskan Layanan Air Bersih Sebelum Pasok ke Kota...

DPRD Samarinda Minta Pemkot Prioritaskan Layanan Air Bersih Sebelum Pasok ke Kota Lain

Infokaltim.id, Samarinda – Rencana pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai sumber air baku bersama bagi Samarinda, Balikpapan, dan Bontang kembali mengemuka.

Kolaborasi lintas kota ini digagas melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) masing-masing daerah untuk menjawab persoalan krisis air bersih, khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Timur (Kaltim).

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, menilai langkah tersebut berpotensi menjadi solusi jangka panjang atas kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, kerja sama antarwilayah dalam pengelolaan air bisa membawa manfaat besar, asalkan dijalankan dengan perencanaan matang.

“Selama tujuan utamanya untuk kepentingan masyarakat luas, tentu kita dukung. Hanya saja, yang lebih penting adalah bagaimana memastikan realisasinya benar-benar berjalan,” ujar Anhar, Senin (22/9/2025).

Namun ia mengingatkan, sebelum berbicara soal distribusi keluar daerah, Pemerintah Kota Samarinda harus terlebih dahulu menyelesaikan persoalan pelayanan di dalam kota.

Anhar menyebut, masih banyak warga di sejumlah kecamatan yang belum mendapatkan akses air bersih meskipun ketersediaan sumber air cukup memadai.

“Ironisnya, air melimpah tetapi sebagian masyarakat Samarinda masih kesulitan mendapatkan layanan. Pemkot harus menuntaskan dulu kebutuhan dasar warganya,” tegas politikus PDI Perjuangan itu.

Selain aspek sosial, Anhar juga menilai skema kerja sama lintas kota berpeluang membuka ruang keuntungan ekonomi.

Jika diatur secara business to business, sambungnya, pemasokan air ke daerah lain dapat memberikan pemasukan tambahan bagi Samarinda.

“Tidak ada masalah jika ada nilai ekonomis yang bisa menambah pendapatan daerah. Yang penting jangan sampai warga kita sendiri dikorbankan,” ujarnya.

Anhar menekankan, ada sejumlah hal teknis dan administratif yang harus disiapkan secara cermat.

Mulai dari kapasitas pipa, pembagian biaya operasional, hingga mekanisme pengelolaan sumber daya air agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Koordinasi antardaerah harus solid. Jangan sampai pasokan ke luar justru membuat warga Samarinda mengalami kekurangan,” jelasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Samarinda tetap menjadi prioritas.

Kecamatan-kecamatan seperti Palaran, Samarinda Seberang, dan Loa Janan Ilir disebutnya harus lebih dulu mendapatkan layanan air bersih secara merata.

“Harapannya, seluruh warga di Samarinda bisa lebih dulu menikmati akses air bersih, baru kemudian kita bicara pasokan untuk daerah lain,” pungkas Anhar.

Kolaborasi lintas kota dalam pemanfaatan Sungai Mahakam ini diharapkan mampu menciptakan solusi berkelanjutan untuk tantangan air bersih di Kaltim, sekaligus membuka peluang kerja sama regional yang saling menguntungkan.

[anr|anl|adv]

RELATED ARTICLES

Most Popular