Infokaltim.id, Samarinda- Kabar duka menyelimuti seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah Kalimantan Timur (Kaltim), seorang tokoh agama sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, K.H Siswanto Sunandar mengembuskan nafap terakhirnya pada Rabu 20 Mei 2026 pukul 14.00 WITA di RSUD AWS Samarinda.
Kamis 21 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WITA Jenazah Kyai Siswanto disemayamkan di Masjid Ad-Dakwah Kompleks Center Muhammadiyah Kaltim di Jalan Siraj Salman. Para takziyah terus berdatangan hingga parkiran halaman masjid penuh sesak untuk mendo’akan almahrum kyai yang dikenal dengan kesederhanaan dan murah senyum tersebut.
Hingga pukul 12.08 WITA para takziyah menggelar sholat Zuhur dan setelahnya Jenazah Kyai Siswanto di sholatkan. Sebelum diantarkan ke pemakaman, mewakili keluarga anak pertama Kyai Siswanto, Saiev Dzaky El Kemal menyampaikan pesan duka citanya kepada seluruh takziyah termasuk Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, tampak hadir pula Mantan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.

Saiev Dzaky El Kemal menyampaikan dengan penuh haru tangis, mengatakan bahwa ayahnya bukan sekedar sebagai sosok ayah saja, melainkan sebagai guru bagi dirinya dan keluarga yang terus mereka meneladani sosok ayah meraka yang telah Allah SWT cukupkan umurnya di dunia dan diistirahatkan di alam kubur.
“Kami berterima kasih kepada bapak ibu hadirin yang telah datang dan mendo’akan ayah kami, mudah-mudahan Allah SWT menerangi kuburnya, dan mengampuni dosa-dosanya, melipatgandakan kebaikan-kebaikannya,” ucapnya.
Saiev bertekad akan terus meneruskan perjuangan ayahnya di jalan dakwah, begitu pun ia mengajak seluruh hadirin dan warga persyarikatan Muhammadiyah Kaltim untuk terus meneruskan perjuangan dan dakwah-dakwahnya.

Kata Saiev, mereka ada 6 bersaudara dengan domisili berbagai daerah yang berbeda-beda, sehingga keluarga mereka jarang bertemu di Samarinda tepat di Rumah ayahnya di Jalan Pemuda.
“Tapi pada hari raya Idul Fitrih tahun 2026 ini, kami semua berkumpul di rumah, ternyata kami semua berkumpul adalah mengisyarakat bahwa hari terakhir bersama ayah kami,” sebutnya dengan tangisan.
Kyai Haiban mewakili keluarga besar persyarikatan Muhammadiyah Kaltim menyampaikan duka cita atas kehilangan sosok ulama yang bersahaja yang ia kenal pada tahun 1994 silam. Kyai Haiban mengaku almahrum Kyai Siswanto adalah orang baik, hari-hari sibuk dengan ibadah dan pengajian dakwah di jalan Allah SWT.
“Kami sangat kehilangan sosok yang baik, teladan bagi seluruh warga Muhammadiyah Kaltim, kami mendo’akan agar Allah SWT tempatkan yang baik di alam kuburnya,” ucapnya.
Begitu pula, duka cita yang mendalam disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Dia mengaku kehilangan sosok ulama yang selalu memberikan nasehat dan keteladanan melaui ceraham-ceramahnya maupun saat berjumpa secara langsung.
“Bulan April 2026 yang lalu, kami sholat subuh bersama-sama, makan bersama, kami dengarkan nasehatnya. Kami sangat berduka cita atas nama pribadi dan warga Kaltim turut berduka cita, semoga Kyai Siswanto pergi dan istirahat dengan tenang dan Allah tempatkan ditempat yang terbaik,” tuturnya.
Pukul 13.15 WITA Jenazah Kyai Siswanto diberangkatkan ke pemakaman Gang Walet Jalan AWS Syahrani dan tepat pukul 13.30 WITA dikebumikan disaksikan seluruh keluarga almahrum dan warga persyarikatan Muhammadiyah Kaltim yang juga berdatangan dari berbagai daerah sekaligus disaksikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Rudy-Seno.
Berdasarkan keterangan keluarga Kyai Siswanto menghembuskan napasnya bukan karena mengalami sakit, tapi pada Rabu 20/5/2026 pagi harinya Almahrum mengisi kajian disalah satu majelis. Lalu ia pulang ke rumahnya, izin ke istrinya untuk istirahat karena sore harinya ia akan melanjutkan pengajian di majelis yang berbeda.
Saat tidur, Kyai Siswanto mengalami kejang-kejang hingga dilarikan ke RSUD AWS Syahrani, tapi nyawanya tidak tertolong. Dia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit. Kemudian Jenazah Kyai Siswanto dibawah ke rumah duka yang sudah dipenuhi oleh selurub]h takziyah hingga malam hari.
[ary]

