Minggu, Juli 19, 2026
BerandaBeritaMomentum Hari Kartini Anhar Berharap Lahir Legislator Perempuan yang Beri Warna Nyata...

Momentum Hari Kartini Anhar Berharap Lahir Legislator Perempuan yang Beri Warna Nyata di DPRD Samarinda

Infokaltim.id, Samarinda – Bertepatan dengan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4/2026), Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyampaikan harapan agar ke depannya semakin banyak perempuan yang tidak hanya hadir sebagai angka dalam kuota keterwakilan di lembaga legislatif, melainkan benar-benar memberikan kontribusi nyata dan mewarnai jalannya pemerintahan di DPRD Kota Samarinda.

Anhar menilai perjuangan Kartini yang dirayakan setiap 21 April telah membuahkan hasil nyata di berbagai sektor kehidupan berbangsa. Ia menyebut sejumlah capaian perempuan Indonesia yang luar biasa mulai dari menjadi pilot, tentara, ilmuwan, jenderal, wakil presiden, hingga presiden sebagai bukti bahwa emansipasi perempuan telah berjalan jauh melampaui apa yang dibayangkan di era Kartini. Menurutnya, kemajuan perempuan saat ini justru menjadi tantangan bagi kaum laki-laki untuk tidak terlena.

“Sekarang perempuan itu hebat-hebat. Dari segi ilmu pengetahuan, sudah ada yang jadi pilot, ada yang jadi tentara, ada yang jadi ilmuwan, ada yang jadi jenderal, sudah ada jadi presiden, sudah ada jadi wakil presiden. Kalau kaum Adam tidak siap, akan tergilas dalam posisi politik maupun ekonomi,” ujar Anhar.

Khusus di DPRD Kota Samarinda, Anhar mengenang sejumlah tokoh perempuan terdahulu yang pernah duduk di lembaga ini dan memberikan kontribusi luar biasa meski jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Ia menyebut nama-nama seperti Ibu Fatimah Masari dan Ibu Mardia sebagai figur yang dikenang karena kemampuan intelektual dan penguasaan substansi legislasi mereka, bukan sekadar kehadirannya sebagai pemenuhan kuota. Hal itulah yang ingin ia lihat terus berkembang di generasi legislator perempuan Samarinda yang akan datang.

Peraturan perundang-undangan di Indonesia, termasuk Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, mewajibkan paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legislatif. Namun realisasi di lapangan kerap masih sebatas pemenuhan angka, bukan penguatan kapasitas. Anhar berharap momentum Hari Kartini menjadi refleksi bagi seluruh pihak partai politik, lembaga pendidikan, hingga masyarakat umum untuk benar-benar memberikan ruang yang tulus dan setara bagi perempuan dalam arena politik dan pengambilan keputusan di Kota Samarinda.

“Kita harap di legislatif ini juga harus bertambah ya, bukan hanya sekadar pelengkap, tapi memberikan warna. Dulu kita punya Ibu Fatimah Masari, punya Ibu Mardia. Kontribusi terhadap lembaga ini luar biasa, padahal jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Kita harap ke depan lahir Kartini-Kartini yang lebih hebat lagi di parlemen Samarinda,” pungkas Anhar.

[Ary|Anl|Ads]

RELATED ARTICLES

Most Popular