Senin, Oktober 26, 2026
BerandaBeritaMudyat Noor Dorong UMKM PPU Olah Limbah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Mudyat Noor Dorong UMKM PPU Olah Limbah Sawit Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Infokaltim.id, Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomi. Upaya ini dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah penghasil sawit.

Dorongan tersebut disampaikan Mudyat saat membuka Workshop Hilirisasi Limbah Sawit Berbasis UMKM di Ruang Rapat Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Selasa (20/10/2026).

Mudyat yang juga menjabat Ketua Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) menilai pengembangan sektor kelapa sawit tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah. Pemanfaatan limbah perkebunan juga perlu dioptimalkan agar menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Pengembangan sektor kelapa sawit tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi tandan buah segar dan minyak sawit mentah, tetapi juga harus diiringi dengan optimalisasi pemanfaatan limbah perkebunan agar memiliki nilai ekonomi melalui pengolahan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Mudyat, limbah kelapa sawit yang selama ini dianggap sebagai sisa produksi sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan. Peluang tersebut perlu dimanfaatkan melalui kreativitas dan inovasi, termasuk dengan melibatkan UMKM sebagai pelaku usaha yang dapat mengembangkan potensi sumber daya lokal.

Ia berharap workshop tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta, tetapi juga mampu mendorong lahirnya usaha baru berbasis pengolahan limbah sawit. Dengan demikian, hilirisasi dapat memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan daya saing UMKM di PPU.

Sementara itu, perwakilan BPDPKS, Anwar Sadat, menyampaikan bahwa kelapa sawit tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga berpotensi menjadi bahan baku berbagai produk turunan.

Menurutnya, pemanfaatan sawit dapat dikembangkan untuk menghasilkan beragam produk bernilai ekonomi, mulai dari pangan hingga kosmetik. Potensi tersebut perlu diperkenalkan lebih luas, terutama kepada masyarakat yang tinggal di wilayah penghasil kelapa sawit.

“Kelapa sawit tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk turunan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Anwar menegaskan, BPDPKS siap mendukung upaya sosialisasi dan pengembangan pemanfaatan kelapa sawit beserta produk turunannya. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM berbasis komoditas sawit secara berkelanjutan.

Workshop ini turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Ketua DPRD PPU Raup Muin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku UMKM, petani dan pelaku usaha kelapa sawit, anggota koperasi sawit, serta perwakilan organisasi dan komunitas usaha di Kabupaten PPU.

[say|anl|adv kmf ppu]

Post Views: 1
RELATED ARTICLES

Most Popular

Post Views: 46,583