Presiden Jokowi Kunjung ke Samarinda di Sambut Demo Mahasiswa Cipayung, Layangkan Sejumlah Tuntutan

  • Bagikan
Mahasiswa Cipayung saat melakukan unjuk rasa di depan Gerbang masuk Unmul Samarinda.
Mahasiswa Cipayung saat melakukan unjuk rasa di depan Gerbang masuk Unmul Samarinda.

Infokaltim.id, Samarinda- Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Kaltim dengan agenda peresmian Jalan Tol Balikpapan-Samarinda hingga meninjau vaksinasi massal di SMP 22 Samarinda disambut demo sejumlah mahasiswa Cipayung.

Demo yang dilakukan mahasiswa Cipayung Samarinda tepat di depan Gerbang Universitas Mulawarman (Unmul) Jalan M. Yamin, Selasa (24/8/2021).

Unjuk rasa tersebut, menyayangkan kinerja pemerintah pusat yang dianggap lamban dalam melihat permasalahan yang ada. setiap kebijakan bertentangan dengan realitas kehidupan masyarakat.

Berbagai kebijakan yang diputuskan oleh Pemerintah Pusat dimasa kepemimpinan Jokowi, dinilai sejumlah mahasiswa Cipayung Samarinda merugikan berbagai pihak.

Mulai dari kebijakan PPKM, vaksinasi, bantuan sosial tidak merata dan tepat sasaran, pembelajaran secara daring hingga lemahnya penegakan hukum terhadap ekploitasi hutan di Kaltim, termasuk kewenangan diambil ahli ke pusat yang sebelumnya menjadi ranah daerah.

Humas demontransi Cipayung Samarinda, A. Rifai mengungkapkan, unjuk rasa yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk evaluasi terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani Covid-19 hingga vaksinasi.

“Kebijakan pemerintah RI harus dievaluasi terkait pelaksanaan PPKM, potensi korupsi dana Covid-19 hingga pelaksanaan vaksinasi yang saat ini sudah dijadikan persyaratan kegiatan masyarakat,” ungkap Rifai.

Pihaknya pun mendesak aktivitas pendidikan segera digelar, sebab belajar mengajar secara online ditemukan banyak kendala hingga tidak efektif menyerap mata pelajaran dari semua tingkat pendidikan.

“Hal terpenting juga, pemerintah harus melihat realitas yang ada, mestinya menciptakan generasi penerus yang berkualitas, segera perbaikan sistem dengan laksanakan program belajar tatap muka,” tegas Rifai.

Selain itu, pihak demontrasi Cipayung juga menyoroti sejumlah permasalahan di Kaltim terutama di Samarinda, diakhir-akhir ini banyak ditemukan aktivitas yang merusak lingkungan dengan melakukan eksploitasi hutan.

Momentum kunjungan Jokowi ke Kaltim, semua pihak melakukan upaya untuk memperlihatkan Samarinda seolah baik-baik saja.

“Padahal tidak, pemerintah daerah nampak sibuk mendadak, mulai dari perbaikan jalan berlubang dibeberapa titik hingga badan jalan dan taman kota dipermak secara sekilat mungkin agar terlihat indah,” tutur Rifai.

Unjung rasa yang diekspresikan mahasiswa Cipayung melayankan sejumlah kritik melalui spanduk yang dibentangkan saat melakukan demontrasi.

Kritik yang dilayangkan pihaknya, diantaranya:

  1. Hentikan eksploitasi industri ekstraktif dan segera jalankan UUD 1945 pasal 33 ayat 3.
  2. Evaluasi PPKM dan transparansi anggaran Bantuan Sosial Covid-19.
  3. Mendesak pemerataan vaksinasi secara menyeluruh di Indonesia.
  4. Mendesak pemerintah memperbaiki sistem pendidikan dan membuka kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Pihaknya juga menyampaikan, tuntutan ini lahir dari kondisi real di Kaltim, bahwa industri ekstraktif seperti tambang batu bara,migas hingga industri ekspliotatif perkebunan sawit masih menjadi sumber utama bagi perekonomian di Kaltim.

“Dari semua aktivitas tersebut mengakibatkan kerusakan dan kehilangan ruang hidup masyarakat,” tutup Rifai.

[IRW | SDH]

  • Bagikan