Infokaltim.id, Samarinda- Kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dipastikan akan berimbas pada daerah.
Dari alokasi sebelumnya sebesar Rp919 triliun di APBN 2025, tahun depan hanya disiapkan Rp650 triliun.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menilai keputusan tersebut harus diantisipasi secara matang oleh pemerintah daerah.
Menurutnya, efisiensi anggaran menjadi langkah penting agar program prioritas tidak terhambat.
“Pemangkasan ini tentu berdampak ke daerah, termasuk Samarinda. Karena itu strategi efisiensi wajib disiapkan supaya pembangunan tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Meski demikian, Rohim menilai kondisi fiskal Samarinda masih cukup stabil.
Hal itu terlihat dari tren positif Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat.
Walau kontribusinya belum mencapai 40 persen dari total APBD, capaian PAD dianggap mampu menjadi penopang untuk menutupi kekurangan akibat berkurangnya transfer pusat.
“Target PAD kita tahun 2026 dipatok Rp1,2 triliun. Angka ini memang belum ideal, tetapi sudah bisa menyeimbangi pemotongan transfer pusat,” jelasnya.
Politikus yang juga duduk di Komisi III DPRD Samarinda ini menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap harus mengacu pada arah pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD dan RKPD.
Dengan fokus pada akselerasi ekonomi, ia menilai belanja daerah harus diarahkan pada program yang benar-benar berdampak pada penguatan ekonomi lokal.
“Kalau ekonomi daerah tumbuh, otomatis PAD juga naik. Dengan begitu, kalau ada kebijakan rasionalisasi dari pusat, daerah tidak akan terlalu tertekan,” terangnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan terhadap dana transfer pusat berpotensi menimbulkan risiko besar bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
“Kalau komposisi pendapatan daerah terlalu bergantung pada transfer pusat, apalagi sampai 80–90 persen, jelas akan berat kalau ada pemangkasan. Karena itu kuncinya adalah memperkuat basis ekonomi daerah,” tegasnya.
[anr|anl|adv]
