Kamis, Juni 11, 2026
BerandaBeritaKelurahan Gagal Tekan Stunting Terancam Dipermalukan, DPRD Bontang Usul Mutasi Pejabat

Kelurahan Gagal Tekan Stunting Terancam Dipermalukan, DPRD Bontang Usul Mutasi Pejabat

Infokaltim.id, Bontang– Program bonus Rp500 juta untuk kelurahan yang sukses menekan stunting ternyata bukan sekadar hadiah. DPRD Bontang mengingatkan ada konsekuensi keras bagi wilayah yang gagal menunjukkan hasil.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, menegaskan penanganan stunting tidak cukup hanya dengan seremoni penghargaan. Menurutnya, pemerintah juga harus berani memberi hukuman bagi kelurahan yang kinerjanya buruk.

“Kalau ada reward, harus ada punishment juga. Itu supaya semua serius bekerja,” tegasnya.

Dia menyebut bentuk hukuman tidak harus langsung berupa pencopotan jabatan. Namun, minimal ada sanksi sosial agar aparatur kelurahan merasa bertanggung jawab terhadap capaian wilayahnya.

Salah satunya dengan mengumumkan kelurahan yang memiliki angka stunting tertinggi atau gagal mencapai target penurunan. “Diumumkan saja mana yang paling rendah pencapaiannya. Itu sudah jadi sanksi sosial,” katanya.

Bahkan, bila setelah evaluasi tidak ada perubahan signifikan, mutasi pejabat disebut layak dipertimbangkan. Menurut Ubayya, pemimpin wilayah harus mampu bergerak cepat menjalankan program prioritas pemerintah.

“Kalau tetap tidak mampu menurunkan, bisa saja dilakukan mutasi. Artinya gerakannya lambat dan tidak cakap memimpin,” sambungnya.

Politikus itu menilai langkah Pemkot Bontang menyiapkan hadiah Rp500 juta merupakan strategi bagus untuk memancing persaingan positif antarkelurahan. Dengan adanya insentif, aparat kelurahan hingga kader Posyandu diharapkan lebih aktif turun ke masyarakat.

Namun dia mengingatkan, penggunaan anggaran tersebut tidak boleh keluar dari fokus utama penanganan stunting.
Menurutnya, dana itu sebaiknya dipakai untuk program konkret seperti pemberian makanan tambahan bagi balita, peningkatan sanitasi lingkungan, hingga pembangunan fasilitas pendukung kesehatan masyarakat.

“Yang penting menyentuh langsung penanganan stunting. Jangan sampai melenceng,” ujarnya.
Dia berharap kebijakan tersebut tidak hanya menjadi program tahunan, tetapi benar-benar mampu mempercepat penurunan angka stunting di Bontang.

[ayu|anl|adv dprd bontang]

RELATED ARTICLES

Most Popular