Senin, September 14, 2026
BerandaBeritaPemadaman Listrik Bontang Masih Berlanjut, DPRD Minta PLN Pastikan Warga Tak Lagi...

Pemadaman Listrik Bontang Masih Berlanjut, DPRD Minta PLN Pastikan Warga Tak Lagi Kaget

Infokaltim.id, Bontang – Warga Kota Bontang masih harus bersiap menghadapi pemadaman listrik hingga penghujung 2026. Di tengah proses pemeliharaan jaringan dan penggantian tiang listrik, DPRD Bontang meminta PLN tidak hanya mengejar percepatan pekerjaan, tetapi juga memastikan informasi pemadaman sampai ke masyarakat lebih awal.

Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam mengatakan kondisi kelistrikan di Bontang belakangan mulai membaik. Dibandingkan periode sebelumnya, durasi pemadaman dinilai lebih singkat dan jadwalnya mulai dapat diprediksi.

Menurut Rustam, pemadaman yang sebelumnya bisa berlangsung enam hingga delapan jam kini umumnya berada di kisaran tiga sampai empat jam. Kondisi tersebut menunjukkan gangguan besar dari sisi regional mulai dapat diatasi dan pemadaman yang terjadi lebih banyak berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan PLN.

“Kalau masalah dari regional sepertinya sudah bisa diatasi. Sekarang tinggal pemeliharaan PLN. Saya lihat pemadamannya juga tidak separah kemarin,” kata Rustam.

Namun, pekerjaan pemeliharaan tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian terlihat di sepanjang Jalan Imam Bonjol, dengan adanya penggantian sejumlah tiang listrik.

Rustam menilai pekerjaan itu penting untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan Bontang. Karena itu, masyarakat diminta memahami bahwa pemadaman sementara merupakan konsekuensi dari proses perbaikan jaringan.
Meski demikian, DPRD meminta PLN dan kontraktor tidak berlarut-larut menyelesaikan pekerjaan. Targetnya, sistem kelistrikan sudah lebih stabil ketika memasuki pergantian tahun.

“Sepanjang Jalan Imam Bonjol itu terlihat ada pergantian tiang. Kami mengimbau masyarakat agar bisa memahami kondisi ini. Ini demi kelangsungan dan keandalan listrik dalam jangka panjang,” ujarnya.

Bagi Rustam, persoalan pemadaman listrik bukan hanya soal berapa lama listrik padam. Cara PLN menyampaikan informasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting yang harus diperbaiki.

Ia mengapresiasi pola komunikasi PLN yang mulai lebih terbuka. Informasi pemadaman kini lebih mudah diteruskan melalui RT dan forum masyarakat sehingga warga memiliki waktu untuk melakukan persiapan.

“Kalau dulu mati listriknya seperti mati mendadak. Sekarang sudah ada informasi, sehingga masyarakat bisa mengantisipasi. Minimal H-1 atau H-2 informasi pemadaman sudah disampaikan,” tegasnya.

Menurut dia, pemberitahuan lebih awal dapat membantu masyarakat mengamankan perangkat elektronik sekaligus menyesuaikan aktivitas. Hal ini semakin penting karena listrik kini berkaitan langsung dengan internet dan layanan air.

Di sejumlah kawasan, pemadaman listrik dapat ikut membuat jaringan internet dari provider terganggu. Sistem pompa air juga berpotensi terdampak ketika pasokan listrik terhenti.

“Sekarang zaman digitalisasi. Semua membutuhkan Wi-Fi. Begitu listrik mati, ada daerah tertentu yang jaringan providernya ikut mati. Air juga bisa ikut terganggu,” jelas Rustam.

Karena itu, DPRD Bontang mendorong PLN memperkuat koordinasi hingga tingkat kelurahan dan RT. Informasi mengenai lokasi, waktu mulai, serta perkiraan lama pemadaman dinilai perlu disampaikan secara konsisten.

Rustam berharap seluruh rangkaian pemeliharaan dan overhaul dapat segera dituntaskan. Dengan begitu, pemadaman yang saat ini masih dirasakan masyarakat tidak berujung menjadi persoalan berulang.

“Kita berharap PLN dan kontraktor cepat merampungkan persoalan ini. Mudah-mudahan menjelang tahun baru kondisi kelistrikan Bontang sudah lebih baik dan tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

[ayu|anl|adv dprd btg]

RELATED ARTICLES

Most Popular