Senin, Juli 20, 2026
BerandaBeritaAgusriansyah Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi di Kaltim: SMK Harus Adaptif Hadapi Masa...

Agusriansyah Dorong Transformasi Pendidikan Vokasi di Kaltim: SMK Harus Adaptif Hadapi Masa Depan

Infokaltim.id, Samarinda– Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menegaskan perlunya transformasi besar dalam sistem pendidikan vokasi di daerah ini.

Menurutnya, pembaruan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi langkah mendesak agar sejalan dengan dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Saat ditemui, Agusriansyah menyampaikan bahwa program pendidikan gratis seperti GratisPol memang bermanfaat, namun tidak cukup hanya dengan membebaskan biaya.

Ia menilai, esensi utama dari program pendidikan harus terletak pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Pendidikan gratis itu penting, tapi jangan berhenti di situ. Kita harus pastikan bahwa jurusan-jurusan di SMK tetap relevan dan adaptif dengan kebutuhan pasar kerja. Kita butuh diskusi yang mendalam soal arah pendidikan kejuruan,” ujarnya.

Agusriansyah mengusulkan pembukaan jurusan-jurusan baru yang lebih kontekstual dan berbasis teknologi.

Salah satu contohnya adalah jurusan pertanian modern yang mengintegrasikan penggunaan drone, sistem otomatisasi, dan mekanisasi untuk mendukung pertanian presisi.

Ia menambahkan, perkembangan dunia digital juga harus direspons dengan hadirnya jurusan-jurusan berbasis ekonomi kreatif di SMK, termasuk jurusan konten kreator atau youtuber.

Menurutnya, sektor ini kini telah menjadi industri besar yang mampu menyerap banyak tenaga kerja muda.

“Sudah saatnya SMK mulai membuka jurusan konten kreator, tapi bukan cuma namanya saja. Harus ada kurikulum yang kuat, pelatihan teknis, infrastruktur produksi, bahkan sampai sertifikasi. Jadi begitu lulus, siswa benar-benar siap bekerja,” tegasnya.

Agusriansyah mengingatkan agar program-program seperti GratisPol tidak hanya menjadi simbol kebijakan populis, tetapi benar-benar diarahkan untuk mencetak lulusan yang kompeten dan kompetitif.

“Kita tidak ingin lulusan SMK hanya bangga dengan pendidikan gratis tapi tak mampu bersaing. Kalau desain pendidikannya tidak disesuaikan dengan kebutuhan masa depan, program ini bisa jadi kontraproduktif,” ungkapnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk berani mengambil terobosan dalam penyusunan ulang peta keahlian di SMK.

Langkah progresif dinilainya sangat penting agar lulusan pendidikan vokasi mampu menjawab tantangan era industri digital dan teknologi yang semakin cepat.

RELATED ARTICLES

Most Popular