Banyak Potensi Wisata Alam di Kutim, Dispar Bakal Kelola, Upaya Tingkatkan PAD

Salah satu Destinasi Pantai Kenyamukan di Sangatta dijadikan sebagai wisata. (Infokaltim.id/Ist).

Infokaltim.id, Sangatta- Bukan menjadi rahasia lagi jika Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memiliki banyak sekali keindahan alam yang dapat dikelolah menjadi sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutim, Nurullah. Kata dia, terinspirasi dari pesan dari Wakil Ketua Komisi A DPRD Kutim, Basti Sanggalangi kala mengisi materi dalam agenda promosi wisata susur sungai Sangatta beberapa waktu lalu.

Nurullah menyampaikan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh pria yang akrab disapa Basti ini membuatnya berkesimpulan bahwa ternyata masih banyak potensi pariwisata di Kabupaten Kutim yang belum tersentuh.

“Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Basti tadi, saya jadi berkesimpulan ternyata saat ini masih banyak potensi pariwisata yang ada di Kutim dan belum kita eksplor,” ucap Nurullah, Selasa (02/11/2021).

Kepada Dinas Pariwisata Kutai Timur, Nurullah saat diwawancarai awak media.

Selain itu, mengingat rencana yang pernah disampaikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tentang peningkatan sektor pariwisata yang nantinya bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuatnya semakin bersemangat untuk mengeksplor lebih jauh lagi.

Menurutnya, sektor pariwisata tentu akan menjadi PAD Kutim dalam jangka panjang ke depannya. Hanya saja, saat ini yang paling utama adalah fasilitas dan konsep yang akan disuguhkan pada para wisatawan baik masyarakat lokal maupun luar daerah.

“Kami memang memiliki banyak rancangan, tetapi yang paling utama saat ini adalah bagaimana kita mengkonsep serta fasilitas apa yang akan kita suguhkan untuk para wisatawan,” ucapnya.

Selain PAD yang berjangka panjang, diungkapan Nurullah, bahwa pihaknya juga tetap memikirkan tentang perawatan dan sebagainya. Terlebih akses masuk ke Kabupaten Kutim yang dinilai masih bermasalah. Nampak akses jalan mulai dari Kota Samarinda menuju Kabupaten Kutim yang sangat bermasalah, jalanan yang diibaratkan oleh Bupati Kutim seperti menaiki kuda.

“Selain itu kita juga masih memikirkan soal jalanan dari Samarinda menunju Kutim sendiri seperti yang pak Bupati katakan kala itu sensasi seperti naik kuda padahal mobil,” tutupnya.

[Anr | Sdh | Ads]