Infokaltim.id, Samarinda – Setelah sempat tertunda karena kendala anggaran di beberapa daerah, Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Kalimantan Timur akhirnya melaksanakan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 pada Sabtu (4/10/2025).
Kompetisi berlangsung di 77 Sports Hub, Jalan Pipit, Samarinda, dan diikuti oleh tujuh kabupaten/kota di Benua Etam.
Ketua Panitia Pelaksana, Afiat Mirsyam Rasyid, menjelaskan bahwa ajang ini sejatinya dijadwalkan pada Agustus lalu.
Namun karena sejumlah KONI kabupaten/kota masih menunggu pencairan dana pembinaan, pelaksanaannya baru dapat digelar awal Oktober.
“BK ini baru bisa terlaksana sekarang karena beberapa daerah belum mendapatkan alokasi anggaran pada waktu yang direncanakan,” ujarnya dalam laporan pembukaan kegiatan.
Afiat merinci, BK Porprov Boling kali ini mempertandingkan 13 nomor dengan melibatkan 58 atlet yang terdiri dari 33 atlet putra dan 25 atlet putri.
Adapun tujuh daerah peserta yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat (Kubar).
Ketua PBI Kaltim, Rusman Ya’qub, menegaskan bahwa penyelenggaraan BK tahun ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjalankan arahan KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim untuk melakukan peremajaan atlet.
Menurutnya, meski usia emas atlet boling umumnya berada di kisaran 40 tahun ke atas, pihaknya kini mulai memberi ruang lebih besar bagi atlet muda untuk tampil dan berkompetisi.
“Cabor boling ini memang berbeda. Tapi kami tetap mengikuti kebijakan pembinaan yang diarahkan KONI dan Dispora. Sekitar 75 persen atlet yang berlaga hari ini berusia di bawah 30 tahun,” tutur Rusman.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, dalam sambutannya berharap agar PBI Kaltim terus memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.
Ia menilai boling memiliki potensi besar tidak hanya dalam ranah olahraga prestasi, tetapi juga di sektor sport industry, mengingat tren pertumbuhan arena boling yang mulai meluas di berbagai daerah.
“Boling memiliki peluang besar untuk menjadi olahraga yang tidak hanya berprestasi, tapi juga memberi nilai ekonomi. Kuncinya ada pada pembinaan dan regenerasi atlet,” kata Rasman.
Mewakili KONI Kaltim, Ketua Harian H. Husinsyah secara khusus mengapresiasi langkah Rusman Ya’qub dalam membangun dan memperluas jangkauan olahraga boling di Kalimantan Timur.
Ia menyebut, perkembangan fasilitas yang kini tidak hanya terpusat di Balikpapan, tetapi juga hadir di Samarinda, menjadi bukti nyata kemajuan cabor ini.
“Alhamdulillah, sekarang kegiatan boling bisa digelar di Samarinda. Ini hasil kerja keras Pak Rusman yang terus memperjuangkan pembinaan boling di Kaltim,” ujar Husin.
Ia menambahkan, pelaksanaan BK ini diharapkan menjadi wadah seleksi untuk menemukan atlet-atlet terbaik yang akan memperkuat Kaltim pada ajang Porprov mendatang, sekaligus berpotensi tampil di tingkat nasional bahkan internasional.
“Tentu kami berharap atlet hasil Porprov nanti bisa membawa nama Kaltim di kancah yang lebih tinggi,” pungkasnya.
[anr|anl]
