Senin, September 14, 2026
BerandaBeritaKetua DPRD Bontang Ajak Pelaku Usaha Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026

Ketua DPRD Bontang Ajak Pelaku Usaha Jujur Isi Sensus Ekonomi 2026

Infokaltim.id, Bontang – Akurasi data ekonomi Bontang pada Sensus Ekonomi 2026 ikut ditentukan oleh keterbukaan masyarakat dan pelaku usaha. Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta warga tidak menyepelekan pendataan tersebut dan memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda pendataan. Hasil sensus akan menjadi salah satu pijakan penting pemerintah dalam membaca kondisi ekonomi sekaligus menentukan kebijakan pembangunan ke depan.

Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Andi Faiz itu mengatakan, pemerintah membutuhkan data yang akurat untuk mengetahui perkembangan berbagai sektor usaha di Bontang. Mulai dari aktivitas ekonomi masyarakat, kondisi pelaku usaha, hingga potensi sektor yang masih dapat dikembangkan.

“Data yang terkumpul dari sensus ini akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi kita secara lebih menyeluruh,” kata Andi Faiz, Selasa (18/8/2026).

Menurut dia, kualitas data sangat bergantung pada informasi yang disampaikan responden. Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha diminta tidak ragu ketika didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Andi Faiz menegaskan, informasi yang diberikan responden harus sesuai dengan keadaan sebenarnya. Keterbukaan tersebut diperlukan agar data yang dihasilkan tidak bias dan mampu menggambarkan kondisi perekonomian Bontang secara nyata.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha untuk ikut mengambil bagian dalam sensus. Sebab, aktivitas dunia usaha merupakan bagian penting dalam memetakan kekuatan dan tantangan ekonomi daerah.

“Jangan sampai ada informasi yang ditutupi. Sampaikan kondisi usaha dengan sebenar-benarnya agar pemerintah memiliki gambaran yang tepat,” ujarnya.

Bagi Bontang, data ekonomi memiliki posisi strategis karena kota ini memiliki aktivitas usaha yang cukup beragam. Selain sektor industri, terdapat perdagangan, jasa, usaha mikro dan kecil, hingga berbagai kegiatan ekonomi masyarakat yang turut menopang perputaran ekonomi daerah.

Andi Faiz berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah untuk menyusun program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Ia menilai kebijakan yang disusun berdasarkan data yang kuat akan memiliki peluang lebih besar untuk tepat sasaran. Sebaliknya, data yang tidak lengkap dapat membuat pemerintah kesulitan menentukan prioritas pembangunan.

“Kalau datanya kuat, kebijakan yang dibuat juga akan lebih terarah. Karena itu, masyarakat punya peran penting dalam menentukan kualitas data ekonomi yang dihasilkan,” tegasnya.

Andi Faiz pun mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung kelancaran Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberhasilan pendataan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas sensus, tetapi membutuhkan dukungan dari setiap responden.

Ia berharap masyarakat menerima petugas dengan baik dan memberikan informasi yang dibutuhkan selama proses pendataan berlangsung.

Dengan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan kondisi perekonomian Bontang. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah.

“Ini bukan hanya untuk kepentingan pemerintah. Data yang akurat pada akhirnya juga akan kembali kepada masyarakat melalui kebijakan pembangunan yang lebih tepat,” pungkas Andi Faiz.

[ayu|anl|adv dprd btg]

RELATED ARTICLES

Most Popular