Infokaltim.id, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menyoroti kebijakan pemotongan anggaran yang saat ini tengah dialami Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Menurutnya, pemangkasan anggaran yang mencapai Rp6 triliun ini tentu berdampak besar terhadap berbagai agenda pembangunan daerah.
Meski demikian, Syarifatul mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang tetap memberikan dukungan pada proyek strategis di Kaltim, khususnya perbaikan jalan poros Labanan Kelay hingga Kutai Timur.
Ia menilai, dukungan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini sangat membutuhkan akses jalan yang lebih layak.
“Perbaikan jalan itu sangat diapresiasi masyarakat. Di tengah pemotongan anggaran yang begitu besar, pemerintah pusat masih memberikan perhatian terhadap infrastruktur penting di daerah,” ujarnya.
Selain menyoroti anggaran, Syarifatul juga menanggapi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah pusat.
Dia mengakui bahwa program ini sempat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, namun menurutnya program tersebut memiliki efek ganda (multiplier effect) yang signifikan.
“Program MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” sebutnya.
“Misalnya, nelayan dan petani bisa menyalurkan ikan, ayam, sayur, dan buah-buahan ke dapur-dapur MBG,” jelasnya.
“Sehingga kebutuhan pasar meningkat dan harga beberapa komoditas mulai naik. Ini menunjukkan dampak positif dari program pemerintah,” jelas Syarifatul.
Ia menegaskan bahwa meskipun sebagian anggaran Kaltim dipangkas, sejumlah program pemerintah pusat tetap memberi manfaat besar bagi daerah.
Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan ekonomi masyarakat lokal, Syarifatul menilai kebijakan tersebut mampu menjaga stabilitas pembangunan di Benua Etam.
Dengan demikian, ia berharap pemerintah daerah dapat terus berkolaborasi dengan pusat untuk memastikan setiap program mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kaltim.
[anr|anl|ads dprd kaltim]
