Infokaltim.id, Samarinda– Keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri kembali menjadi topik penting dalam forum diskusi di kampus.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, yang menekankan pentingnya membangun jembatan antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja.
Menurut Reza, persoalan klasik yang terus muncul adalah tingginya angka lulusan pendidikan yang tidak sebanding dengan daya serap industri.
Dia menyebut setiap tahun terdapat sekitar 52 ribu lulusan SMA, SMK, dan SLB di Kaltim yang siap masuk dunia kerja, namun kesempatan kerja yang tersedia masih terbatas dan sering kali tidak sesuai dengan latar belakang keahlian mereka.
“Banyak lulusan kita yang belum bisa terserap optimal karena keterampilan yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, forum seperti ini sangat penting sebagai sarana link and match, sekaligus membuka jalan bagi penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Reza pada.
Ia menambahkan, selain soal keterampilan teknis, generasi muda juga perlu membangun kepercayaan diri, mengenali potensi diri, serta mengasah keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan bekal tersebut, mereka tidak hanya siap bekerja di perusahaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru melalui kewirausahaan.
“Yang paling utama adalah keberanian untuk beradaptasi dan belajar hal-hal baru. Dengan begitu, anak muda tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan juga bisa menjadi pencipta lapangan kerja,” tegasnya.
Lebih jauh, Reza menilai kegiatan ini memberikan motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi persaingan global.
Dia mengaitkan semangat tersebut dengan target Indonesia menuju Generasi Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia (SDM) akan menjadi kunci utama.
“Mari terus mengasah kemampuan, baik akademik maupun non-akademik, agar SDM Kaltim mampu bersaing dan mendukung pembangunan Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya.
