Senin, Juli 20, 2026
BerandaBeritaSarkowi Tegaskan Kaltim Siap Tuan Rumah Dialog Serantau Borneo-Kalimantan ke-16

Sarkowi Tegaskan Kaltim Siap Tuan Rumah Dialog Serantau Borneo-Kalimantan ke-16

Infokaltim.id, Samarinda- Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan menjadi tuan rumah Dialog Serantau Borneo-Kalimantan ke-16 yang akan berlangsung pada 17–20 Juni 2025.

Forum regional ini akan mempertemukan perwakilan dari tiga negara: Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, dalam rangka mempererat kerja sama lintas batas di kawasan Borneo.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry, menyambut penunjukan ini dengan optimisme.

Menurutnya, kesempatan menjadi tuan rumah bukan hanya kebanggaan, tetapi juga ajang strategis untuk menampilkan potensi Kaltim di mata internasional.

“Ini momentum penting. Kaltim harus menunjukkan bahwa kita mampu mengelola acara sebesar ini dan memberikan kesan baik kepada para delegasi,” ujar Sarkowi, Selasa (10/6/2025).

Sarkowi juga menjelaskan bahwa DPRD Kaltim telah berperan aktif dalam memastikan dukungan anggaran untuk menyukseskan agenda ini.

Meskipun sebelumnya sempat muncul wacana pemangkasan anggaran di tingkat Badan Anggaran DPRD, akhirnya keputusan tersebut dibatalkan setelah adanya pembahasan bersama Sekretaris Daerah.

“Kami tegaskan bahwa pengurangan anggaran harus berdasarkan alasan yang kuat. Ini menyangkut reputasi daerah karena status tuan rumah sudah ditetapkan sejak lama,” katanya.

Tak hanya fokus pada suksesnya acara, Sarkowi juga berharap kegiatan ini menjadi penggerak bagi kemajuan seni dan budaya di daerah.

Ia menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap para pelaku budaya lokal.

“Perlu diingat, Kaltim adalah satu-satunya provinsi yang sudah memiliki Perda Pemajuan Kebudayaan. Saya waktu itu yang memimpin pansusnya. Ini jadi landasan penting untuk mendukung seniman kita,” jelasnya.

Dalam pengembangannya, DPRD dan pemerintah daerah tengah mendorong percepatan lahirnya Peraturan Gubernur sebagai turunan dari Perda tersebut.

Sarkowi mengungkapkan bahwa Wakil Gubernur sudah merespons dengan meminta Biro Hukum segera memprosesnya.

Di sisi lain, dukungan dari pemerintah pusat juga mulai terlihat. Sarkowi menyebut bahwa Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah mengalokasikan dana sebesar Rp10 miliar untuk menyusun narasi sejarah Kutai dan Kalimantan Timur, yang rencananya akan digarap bersama Dewan Kesenian Kaltim.

Menambah deretan kabar baik, Kaltim kini resmi memiliki Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Keberadaan ISBI diharapkan menjadi fondasi kuat untuk regenerasi seniman dan penguatan ekosistem budaya di masa depan.

“Dengan ISBI, kita punya harapan jangka panjang. Budaya Kaltim punya tempat untuk terus tumbuh,” tutup Sarkowi.

RELATED ARTICLES

Most Popular