Infokaltim.id, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji melepas secara resmi keberangkatan Kontingen Kaltim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.
Upacara pelepasan berlangsung penuh semangat di Halaman KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Rabu (8/10/2025) pagi.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus KONI Kaltim, para pelatih, dan ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga bela diri yang akan membawa nama Benua Etam di ajang nasional tersebut.
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, dalam laporannya menyampaikan bahwa PON Bela Diri 2025 akan berlangsung pada 11–26 Oktober di Kudus.
Dia menyebut keikutsertaan Kaltim pada ajang ini memiliki arti strategis bagi perkembangan olahraga di daerah.
“Partisipasi ini bukan sekadar keikutsertaan, tetapi momentum pembuktian sekaligus langkah awal menuju puncak prestasi di PON 2028 di NTB dan NTT,” ujar Rusdiansyah.
Kaltim, lanjutnya, mengirimkan 209 personel, terdiri atas 156 atlet, 43 pelatih, dan 10 ofisial.
Mereka akan berlaga di 10 cabang olahraga, yakni Kempo, Ju-jitsu, Gulat, Pencak Silat, Judo, Wushu, Taekwondo, Tarung Derajat, Karate, dan Sambo, dengan total 154 nomor tanding yang diikuti.
Rusdiansyah juga menegaskan, cabang bela diri selama ini menjadi lumbung medali bagi Kaltim.
“Pada PON sebelumnya di Aceh dan Sumatera Utara, 65 persen dari 30 medali emas Kaltim disumbang oleh cabor bela diri. Itu bukti bahwa kita kuat di sektor ini,” tegasnya.
Ia pun berpesan agar para atlet menjaga semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama bertanding.
“PON Bela Diri ini adalah ajang evaluasi sekaligus pembentukan karakter juara. Tunjukkan bahwa atlet Kaltim pantang menyerah!” tutupnya penuh semangat.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan apresiasi sekaligus optimisme tinggi terhadap kesiapan kontingen yang akan berlaga di Kudus.
“Cabang bela diri selalu menjadi penyumbang medali terbesar kita. Karena itu, kami berharap Kaltim bisa masuk tiga besar nasional di PON Bela Diri kali ini,” ucapnya.
Seno berpesan kepada seluruh atlet agar fokus pada pertandingan dan menjaga kondisi fisik menjelang laga.
“Hindari cedera sekecil apa pun dan selalu patuhi arahan pelatih. Itu kunci agar bisa tampil maksimal,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi Kudus sebagai tuan rumah yang relatif kecil dan terbatas dari sisi akomodasi.
Namun demikian, ia yakin KONI Kaltim telah menyiapkan segala keperluan dengan matang.
“Saya lihat perlengkapan atlet kita sudah luar biasa mulai dari training center, jersey, hingga jaket tim. Warna dan desainnya keren, mungkin yang terbaik sepanjang sejarah KONI Kaltim,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Soal bonus bagi peraih medali, Seno mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltim belum menetapkan jumlah pasti untuk PON Bela Diri kali ini.
Namun ia mencontohkan, pada PON Aceh dan Sumut sebelumnya, atlet peraih emas memperoleh Rp300 juta.
“Untuk yang kali ini masih dalam pembahasan, tapi pasti akan ada. Dispora tolong catat ya,” ucapnya sambil tersenyum.
Di akhir sambutannya, Seno memberikan motivasi penuh kepada seluruh atlet agar berjuang dengan semangat pantang menyerah.
“Gantungkan cita-cita setinggi langit. Kalau pun gagal, kalian tetap berada di antara bintang-bintang. Berangkat dengan selamat, berjuang sebaik mungkin, raih medali, dan pulang dengan selamat. Kaltim menaruh harapan besar di pundak kalian,” pungkasnya sebelum melepas kontingen secara resmi.
[anr|anl]
