Infokaltim.id, Bontang- Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bermanfaat bagi pemenuhan gizi peserta didik, ibu hamil, dan balita, tetapi juga membawa dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat lokal.
Menurut legislator muda dari Partai Golkar tersebut, program nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini mampu mendorong perputaran ekonomi serta meningkatkan daya beli masyarakat. Pasalnya, program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar setiap harinya, seperti ayam, telur, sayur-mayur, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Artinya ini juga mendorong daya beli masyarakat lebih besar. Kalau kita punya petani, kita punya ternak ayam, hasil-hasil alam lainnya bisa langsung kita suplay,” jelas Andi Faiz usai rapat pandangan akhir Fraksi di DPRD Bontang, Senin malam (14/7/2025).
Di Kota Bontang sendiri, peluncuran perdana dapur Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, dapur tersebut, hanya mampu memproduksi sekitar 3.500 porsi MBG per hari. Jumlah ini masih jauh dari kebutuhan total pelajar di kota tersebut yang mencapai 25.903 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Dengan begitu, Andi Faiz berharap pembangunan dapur SPPG tambahan dapat segera terealisasi guna menjangkau lebih banyak penerima manfaat MBG, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran dapur MBG juga turut menyerap tenaga kerja, khususnya dari warga sekitar dapur SPPG. Distribusi makanan yang dilakukan setiap hari ke berbagai sekolah pun memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk terlibat dalam rantai pasok.
“Program ini bukan hanya soal memberi makan, tapi juga peluang ekonomi. UMKM, pedagang, dan masyarakat bisa ambil bagian. Ini momentum yang harus ditangkap,” tegasnya.
Sebagai penutup, Andi Faiz berharap agar masyarakat tidak hanya melihat program ini sebagai bantuan konsumsi semata, melainkan sebagai pintu untuk memperkuat kemandirian ekonomi lokal melalui kolaborasi antara pemerintah, mitra pelaksana, dan pelaku usaha
[RIR/ADV DPRD BONTANG]
