Infokaltim.id, Samarinda – Persoalan pemerataan layanan kesehatan kembali menjadi sorotan. Bagi warga yang tinggal di kawasan pinggiran Samarinda, upaya berobat kerap berarti harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju pusat kota.
Pasalnya, sebagian besar fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta masih terkonsentrasi di kawasan inti.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yacob Pangedongen, menilai kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan.
Menurutnya, hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak seharusnya sama, tanpa memandang lokasi tempat tinggal.
“Semua warga, baik di pusat maupun di pinggiran kota, berhak atas fasilitas kesehatan yang setara. Jangan sampai ada kesan sebagian masyarakat terabaikan hanya karena tinggal jauh dari pusat kota,” tegas Yacob pada Kamis (18/9/2025).
Ia mencontohkan keberadaan RSUD Inche Abdoel Moeis yang terletak di Kecamatan Loa Janan Ilir.
Meski lokasinya relatif jauh dari jantung kota, rumah sakit tersebut tetap ramai dikunjungi pasien.
Fenomena ini, kata Yacob, menjadi bukti bahwa rumah sakit di kawasan pinggiran pun berpotensi berkembang bila mendapat perhatian serius.
Namun demikian, ia mengakui bahwa pembangunan rumah sakit baru membutuhkan anggaran besar dan waktu yang tidak singkat.
Untuk itu, ia mendorong pemerintah kota agar lebih dulu memaksimalkan fungsi puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
“Kalau membangun rumah sakit baru belum memungkinkan, penguatan puskesmas harus jadi prioritas. Puskesmas perlu diperkuat baik dari segi tenaga medis, fasilitas, maupun peralatan. Jangan sampai warga pinggiran merasa diabaikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yacob menegaskan bahwa DPRD Samarinda akan terus mengawal upaya pemerataan infrastruktur kesehatan.
Ia berharap langkah ini bisa mengurangi beban masyarakat di daerah pinggiran yang selama ini masih kesulitan mengakses layanan medis.
“Prinsipnya sederhana, pemerataan. Ketika fasilitas kesehatan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat, maka kualitas hidup warga juga akan meningkat,” tutupnya.
[anr|anl|adv]
