Selasa, Juli 21, 2026
BerandaBeritaSatpol PP Diminta Penanganan PKL di Samarinda Tak Hanya Mengandalkan Penertiban

Satpol PP Diminta Penanganan PKL di Samarinda Tak Hanya Mengandalkan Penertiban

Infokaltim.id, Samarinda – Dinamika antara ketertiban kota dan kebutuhan ekonomi warga kembali menjadi sorotan Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah.

Ia menilai, persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di area terlarang bukan semata soal pelanggaran aturan, melainkan juga persoalan sosial yang membutuhkan pendekatan lebih manusiawi.

Helmi mengakui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah berupaya keras menjaga ketertiban di berbagai titik kota, termasuk di kawasan Jalan Selamet Riyadi, yang kerap menjadi lokasi favorit PKL membuka lapak.

Namun, upaya tersebut sering kali belum memberikan hasil permanen, sebab para pedagang kembali lagi setelah penertiban selesai.

“Satpol PP sudah berusaha maksimal menata ruang publik agar tertib dan bersih. Tapi kita juga harus melihat sisi lain para pedagang itu bekerja untuk bertahan hidup,” ujar Helmi saat ditemui di Samarinda, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, kebijakan penertiban semata tanpa diiringi solusi yang berpihak pada masyarakat kecil hanya akan menimbulkan masalah baru.

Dia menegaskan perlunya pendekatan dialogis dan humanis, di mana pemerintah duduk bersama dengan para pedagang untuk mencari kesepakatan yang adil.

“Masalah PKL ini tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan represif. Sudah waktunya pemerintah membuka ruang dialog agar ada solusi yang konkret dan berkelanjutan,” tambahnya.

Helmi juga mengingatkan bahwa Satpol PP bekerja berdasarkan Peraturan Daerah (Perda), namun dalam praktiknya penegakan aturan harus tetap mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Ia khawatir, tanpa komunikasi sosial yang baik, penindakan di lapangan justru berpotensi memicu gesekan.

Karena itu, DPRD Samarinda mendorong dibentuknya forum komunikasi antara pemerintah, aparat penegak Perda, dan perwakilan PKL, sebagai sarana untuk menyalurkan aspirasi dan mencari titik temu.

“Kedua pihak sama-sama punya alasan yang kuat, Satpol PP menegakkan aturan, para PKL mencari nafkah. Kalau keduanya bisa berjalan seiring, saya yakin masalah ini bisa dikelola dengan lebih baik,” tutup Helmi.

[anr|anl]

RELATED ARTICLES

Most Popular