Infokaltim.id, Bontang – Banjir rob yang merendam kawasan Bontang Kuala tak membuat pelayanan kepada warga ikut terhenti. Personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang turun tangan membantu masyarakat menerobos genangan, termasuk pelajar yang hendak beraktivitas. Respons cepat tersebut mendapat apresiasi dari Komisi A DPRD Bontang.
Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal menilai, aksi personel Disdamkartan menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak boleh terpaku pada tugas rutin. Ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat, perangkat daerah dituntut peka dan bergerak cepat.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Damkar yang telah berinisiatif membantu masyarakat Bontang Kuala saat terjadi rob. Bantuan itu sangat bermanfaat, baik untuk anak-anak sekolah maupun masyarakat yang sedang beraktivitas,” kata Saeful.
Menurut dia, kehadiran petugas di tengah banjir rob Bontang Kuala bukan sekadar membantu mobilitas warga. Lebih dari itu, langkah tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah saat masyarakat benar-benar membutuhkan pertolongan.
Politisi PKS itu menyebut sikap proaktif Disdamkartan layak ditiru organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Aparatur, kata dia, tak semestinya selalu menunggu laporan atau permintaan resmi ketika persoalan masyarakat sudah terlihat di depan mata.
“Ini merupakan langkah yang proaktif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya berharap inisiatif seperti ini terus dikembangkan sehingga apabila ada masyarakat di wilayah lain yang membutuhkan bantuan, seluruh instansi terkait dapat bergerak cepat memberikan pertolongan,” ujarnya.
Saeful juga mendorong kolaborasi antarlembaga diperkuat ketika Bontang menghadapi situasi darurat. Pemerintah kota, DPRD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, maupun perangkat daerah lainnya harus memiliki pola respons yang cepat sehingga kebutuhan warga bisa segera ditangani.
Terlebih, dampak banjir rob di kawasan pesisir tidak hanya menyangkut akses masyarakat. Aktivitas pelajar, pekerja, hingga kegiatan ekonomi warga juga berpotensi terganggu ketika genangan meningkat.
Karena itu, ia berharap langkah Disdamkartan membantu warga Bontang Kuala menjadi pemantik bagi OPD lain untuk meningkatkan kepekaan terhadap persoalan di lapangan.
Bagi Saeful, kualitas pelayanan pemerintah bukan hanya terlihat dari keberhasilan menjalankan program yang telah masuk dalam perencanaan dan anggaran. Kemampuan aparatur merespons persoalan mendesak juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Pelayanan seperti inilah yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. OPD lain juga harus terdorong menjadi pihak yang proaktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap budaya gerak cepat semakin mengakar di lingkungan Pemkot Bontang. Dengan begitu, ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat seperti banjir rob, pemerintah dapat hadir tanpa harus menunggu persoalan berkembang semakin besar.
[ayu|anl|adv dprd bontang]
