Selasa, September 15, 2026
BerandaBeritaDPRD Nilai Bontang Express II Makin Terawat, Bontang Transport Bakal Setor Dividen...

DPRD Nilai Bontang Express II Makin Terawat, Bontang Transport Bakal Setor Dividen ke Pemkot Bontang

Infokaltim.id, Bontang – Kondisi KMP Bontang Express II disebut semakin baik meski usia kapal telah mencapai sekitar 31 tahun. DPRD Bontang menilai perawatan dan peningkatan fasilitas yang dilakukan PT Bontang Transport membuat kapal tersebut masih layak menjadi salah satu aset produktif milik daerah.

Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam mengatakan, kondisi kapal saat ini justru jauh lebih baik dibandingkan kesan yang muncul setelah insiden kebakaran yang sebelumnya terjadi. Ia bahkan menyebut sejumlah bagian kapal telah mendapatkan peningkatan.

“Sekarang sudah bagus. Manajemen sudah kita pantau, sudah bagus. Kapal itu walaupun 31 tahun, terawat rapi,” kata Rustam usai menghadiri rapat paripurna dalam rangka penyampaian nota keuangan atas Raperda APBD 2027 di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Sabtu (12/9/2026).

Politikus Golkar tersebut mengatakan, insiden kebakaran yang terjadi sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kapal. Namun setelah melihat langsung, Rustam menyebut kapal tersebut telah mendapatkan perbaikan dan peningkatan fasilitas.

“Sudah di-upgrade semuanya. Dan masih dingin, AC-nya sejuk. Kapal itu seperti kapal baru, cuma tua,” ujarnya.

Di sisi lain, PT Bontang Transport juga disebut memberikan kontribusi kepada daerah melalui skema dividen. Rustam menyebut perusahaan akan menyetorkan dividen pada tahun ini, meski dirinya belum mengingat secara pasti nominal yang akan diterima pemerintah daerah.

“Untuk tahun ini mereka akan memasukkan dividen. Saya lupa berapa, tapi ratusan juta. Pokoknya cukup besar,” ungkapnya.

Selain dividen, operasional kapal juga menghasilkan pendapatan dari skema sewa. Rustam menyebut nilai sewa yang berjalan saat ini berada di kisaran Rp250 juta per bulan. Namun, ia belum mengetahui secara pasti berapa bagian yang masuk sebagai penerimaan PT Bontang Transport setelah memperhitungkan mekanisme kerja sama yang berlaku.

Ia menegaskan, nilai sewa tersebut merupakan pendapatan kotor dan berada di luar biaya pemeliharaan kapal. “Sekarang kalau tidak salah sewanya Rp250 juta per bulan. Itu di luar maintenance, pendapatan kotor,” jelas Rustam.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan aset daerah masih memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan sepanjang dikelola dengan baik. Karena itu, persoalan tata kelola dan kewajiban masa lalu juga harus menjadi perhatian manajemen agar tidak kembali menjadi beban perusahaan.

Rustam menilai manajemen Bontang Transport perlu melihat seluruh persoalan yang melekat pada perusahaan, bukan hanya mengejar aktivitas bisnis yang sedang berjalan. Terlebih, perusahaan daerah membawa tanggung jawab dalam mengelola aset yang berasal dari penyertaan modal pemerintah.

“Jangan hanya melihat bisnis yang kamu punya. Lihat juga ke belakang, ada apa di belakangmu,” tegasnya.

Dengan kondisi kapal yang dinilai semakin baik dan adanya kontribusi dividen serta pendapatan sewa, Rustam berharap pengelolaan Bontang Express II ke depan semakin profesional. Aset daerah tersebut, kata dia, harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi Kota Bontang sekaligus tetap dijaga keberlanjutannya.

[ayu|anl|adv dprd btg]

RELATED ARTICLES

Most Popular