Selasa, Juli 21, 2026
BerandaBeritaAnanda Emira Ingatkan Pancasila adalah Warisan Berharga Bangsa yang Harus Dijaga

Ananda Emira Ingatkan Pancasila adalah Warisan Berharga Bangsa yang Harus Dijaga

Infokaltim.id, Samarinda– Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi fondasi negara, tetapi juga merupakan harta berharga bangsa yang berakar dari nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia.

“Pancasila bukan hasil ciptaan, melainkan ditemukan oleh Bung Karno dari kehidupan masyarakat Indonesia. Ini adalah warisan bersama yang harus kita pelihara,” ucap Ananda.

Sebagai politisi muda dari PDI Perjuangan, Ananda menekankan bahwa Pancasila merepresentasikan identitas bangsa dan menjadi pengikat seluruh elemen masyarakat lewat semangat gotong royong yang telah lama hidup dalam budaya Indonesia.

“Kita sudah terbiasa hidup dalam kebersamaan dan saling menolong. Budaya gotong royong adalah pondasi kuat untuk membangun daerah dan negara, termasuk Kalimantan Timur,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda untuk terus menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, agar mampu menjawab tantangan masa depan.

“Kaltim sedang membangun generasi unggul untuk masa depan. Dengan menjunjung nilai-nilai Pancasila dan semangat kebersamaan, saya percaya kita bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa,” tegasnya.

Saat dimintai pendapat mengenai pemahaman Pancasila di kalangan pelajar, Ananda mengaku optimis.

Menurutnya, banyak anak muda secara tidak langsung telah menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan mereka.

“Ketika mereka saling membantu, bekerja sama, dan menjaga solidaritas, itu adalah perwujudan nyata dari Pancasila yang tumbuh dalam keseharian,” ungkapnya.

Ia pun menekankan bahwa nilai-nilai seperti keadilan, persatuan, dan kemanusiaan harus tercermin dalam tindakan, bukan hanya slogan atau upacara seremonial.

“Pancasila harus hidup dalam tindakan nyata. Tanggung jawab kita bersama adalah menjaga nilai-nilai ini tetap relevan, terutama di tengah arus globalisasi yang begitu cepat,” tutup Ananda.

RELATED ARTICLES

Most Popular