Senin, September 14, 2026
BerandaBeritaDPRD Bontang Soroti Minat Remaja ke Masjid, Pendidikan Karakter Diminta Diperkuat

DPRD Bontang Soroti Minat Remaja ke Masjid, Pendidikan Karakter Diminta Diperkuat

Infokaltim.id, Bontang – Prestasi akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pendidikan. DPRD Bontang menilai pembentukan karakter pelajar perlu mendapat perhatian lebih besar, menyusul kekhawatiran terhadap minimnya keterlibatan remaja dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan tempat tinggal.

Sekretaris Komisi A DPRD Bontang Saeful Rizal mengatakan, pembangunan pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki moral, integritas, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, perhatian terhadap karakter siswa menjadi semakin penting di tengah derasnya pengaruh lingkungan dan perkembangan dunia digital. Anak-anak kini memiliki akses luas terhadap berbagai informasi dan konten melalui internet maupun media sosial.

“Jangan sampai kita hanya berbicara tentang prestasi akademik. Yang lebih sulit justru membangun integritas moral anak-anak kita,” ujar Saeful Rizal saat kunjungan lapangan ke SMP 8.

Saeful menilai dukungan pemerintah terhadap sektor pendidikan selama ini seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sekolah. Bantuan berupa seragam, sepatu, tas hingga buku harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendorong siswa berkembang secara utuh.

Ia menekankan, fasilitas pendidikan yang memadai akan lebih berarti apabila dibarengi pembinaan sikap dan perilaku. Sekolah, kata dia, perlu menjadi ruang yang tidak hanya mengejar nilai dan prestasi, tetapi juga membentuk kebiasaan positif pada peserta didik.

Perhatian Saeful juga tertuju pada keterlibatan remaja dalam kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Dari pengalamannya mengisi pengajian di sejumlah masjid dan musala setiap pekan, ia melihat kehadiran remaja tingkat SMP dan SMA dalam salat berjamaah pada waktu Magrib hingga Isya masih tergolong minim.

Kondisi tersebut menurutnya perlu dicermati bersama. Sebab, pembentukan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran formal di sekolah. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan anak.

Menariknya, Saeful menemukan adanya kondisi berbeda ketika kegiatan keagamaan dikaitkan dengan momentum tertentu. Ia mencontohkan, pelajar masih dapat berkumpul ketika digelar doa bersama menjelang ujian sekolah.

“Yang menarik, ketika ada doa bersama menjelang ujian sekolah, mereka bisa berkumpul. Ini menunjukkan mereka ada, tetapi kita perlu mencari cara agar mereka juga tertarik hadir dalam kegiatan pembinaan di masjid dan musala,” katanya.

Menurut Saeful, hal tersebut menjadi pekerjaan bersama untuk mencari pendekatan yang lebih tepat kepada generasi muda. Kegiatan di masjid dan musala dinilai perlu dikemas agar lebih dekat dengan kehidupan remaja, sehingga pembinaan tidak terasa sebagai kewajiban semata.

Di sisi lain, peran orang tua juga dinilai tidak kalah penting. Saeful meminta keluarga tidak melepas pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama ketika menggunakan internet dan media sosial.

“Minimal kita harus membentengi anak-anak kita di rumah. Syukur kalau upaya itu juga bisa memberikan pengaruh kepada murid-murid kita di sekolah,” tegasnya.

Ia berharap pendidikan di Bontang ke depan tidak terjebak pada orientasi mengejar prestasi semata. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus memiliki perhatian yang sama terhadap pembangunan karakter pelajar.

Bagi Saeful, keberhasilan pendidikan baru akan terasa ketika ilmu yang diperoleh siswa berjalan bersama moral dan integritas. Generasi muda Bontang diharapkan mampu menjadi penerus yang cerdas sekaligus memiliki akhlak dan tanggung jawab sosial.

“Kita ingin generasi yang menggantikan kita nanti menjadi generasi yang moralitasnya bagus, integritasnya kuat, dan kehidupan ibadahnya baik sesuai agama masing-masing,” pungkasnya.

[ayu|anl|adv dprd btg]

RELATED ARTICLES

Most Popular