FKUB Gelar Pelatihan Dasar Jurnalistik Kerukunan, Perlita dan Pelita Kaltim Jadi Peserta

Sesi foto bersama usai pelatihan dasar jurnalistik kerukunan yang digelar oleh FKBU dan Humas Pemprov Kaltim. (Infokaltim.id/Ist).

Infokaltim.id, SamarindaForum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Timur (Kaltim) bekerjasama dengan Bagian Humas Pemprov Kaltim menggelar kegiatan pelatihan dasar jurnalistik tentang informasi kerukunan beragama.

Pelatihan jurnalistik FKUB Kaltim itu, diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari Perempuan Lintas Agama (Perlita) dan Pemuda Lintas Agama (Pelita). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Lantai 2 Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kaltim, Senin (6/12/2021).

Ketua FKUB Provinsi Kaltim, Asmuni Ali didampingi Sekretarisnya Abdul Hadi menyampaikan, bahwa digerlarnya pelatihan jurnalistik ini sebagai upaya FKBU Kaltim memberikan edukasi menulis tata cara jurnalistik yang benar dan tepat kepada peserta yang akan menjadi kontributor agar menulis dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait kerukunan umat beragama yang ada di Kaltim.

“Peserta diharapkan mampu menyaring berita mana yang baik dan mana yang buruk sebelum disebarkan kepada para pembaca,” ungkap Asmuni.

Jurnalis, dijelaskan Asmuni, memiliki arti penting dalam membentuk opini publik menuju kerukunan umat beragama. Maka, dia pun mengharapkan kepada peserta untuk memberikan sumbangsihnya menjaga kerukunan dengan menyampaikan berita yang sejuk dan menghindari informasi provokatif.

“Melalui pelatihan jurnalistik ini, semua peserta dapat memahami agar menyampaikan berita terutama lewat tulisan dapat memberikan informasi yang akurat dan menyenangkan kepada masyarakat atau pembaca,” ujarnya.

Ketua FKUB Provinsi Kaltim, Asmuni Ali (tengah) didampingi Sekretarisnya Abdul Hadi (kanan) dan narasumber pelatihan dasar jurnalistik dari Sahabat Misykat Indonesia, Machnun Uzni (kiri).

Tujuan pelatihan jurnalistik ini dilaksanakan, kata Asmuni, berkaitan dengan kerukunan umat beragama, salah satunya untuk meningkatkan peran jurnalis dalam mengembangkan kerukunan, menyampaikan berita sesuai etika jurnalisme dalam kerukunan dan memperkuat peran jurnalistik dalam upaya bela negara.

Lalu, usai pembukaan, kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut menghadirkan narasumber dari Sahabat Misykat Indonesia yaitu Machnun Uzni. Dia memberikan materi seputar dasar-dasar kejurnalistikan, kemudian memberikan pelatihan secara langsung berupa mengemas sebuah peristiwa atau informasi menjadi berita yang baik dan benar sesuai dengan fakta yang ada.

“Mulai dari melakukan peliputan, pengumpulan data, penulisan, analisis, editing hingga penyebarluaskan berita,” sebut Uzni.

Dalam penyajian sebuah berita, dijelaskan Uzni, bahwa penulisan berita itu perlu menyajikan informasi yang lengkap dan menyeluruh kepada pembacanya. Untuk memenuhi unsur berita yang lengkap, tentunya dengan cara menulis menggunakan metode 5W + 1H (what, who, why, when, where, how).

“Apabila memenuhi seluruh unsur 5W + 1H di atas, pokok informasi yang tersaji dalam berita akan menjadi jauh lebih lengkap.” pungkasnya.

[Mrf | Uzn | Sdh]

Kontributor: Maharani Ramadhanty Fitria (Humas Kanwil Kemenag Kaltim).