Infokaltim.id, Bontang- Pembangunan infrastruktur di Kota Bontang terus menjadi fokus perhatian Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Dalam pandangan umum fraksi, terdapat sembilan catatan penting, di mana pengadaan infrastruktur menjadi salah satu isu yang mendapatkan perhatian serius.
Mewakili Fraksi PDI Perjuangan, Winardi menyampaikan harapannya agar peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras) tidak hanya bersifat monumental, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga di sekitar lokasi pembangunan.
“Yang paling penting adalah berkelanjutan dan tentu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup warga sekitar lokasi pembangunan,” harapnya.
Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menganggarkan dan melanjutkan perbaikan akses jalan, terutama di jalan-jalan yang masih berlumpur di Kecamatan Bontang Barat, seperti Jalan Gotong Royong, Jalan Masdarling, dan Kampung Timur.
Lebih lanjut, Winardi menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk setiap kegiatan pembangunan. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemborosan anggaran, pelaksanaan yang tidak efektif, dan tidak tercapainya tujuan pembangunan. Ia memberikan contoh mengenai proyek tugu di simpang Kusnodo yang terpaksa dihentikan karena isu kepemilikan lahan yang belum jelas, serta perbaikan berkali-kali pada Tugu PKK di Kelurahan Tanjung Laut.
Winardi menegaskan bahwa untuk memastikan realisasi pembangunan berjalan sesuai perencanaan, pemerintah perlu melakukan pengawasan secara ketat dan berkala. Pengawasan ini harus dimulai dari proses penyusunan rencana, penganggaran, perancangan teknis, pelaksanaan, serah terima, hingga pemeliharaan.
“Kami percaya jika pemerintah memperketat pengawasan di setiap tahapan, maka hal seperti ini tidak akan terjadi kembali,” ujarnya.
Menanggapi catatan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyatakan bahwa Pemkot Bontang telah merencanakan tindak lanjut pembangunan akses jalan—termasuk Jalan Gotong Royong, Jalan Masdarling, dan Kampung Timur—dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun depan.
“Dapat kami (Pemerintah, Red.) sampaikan bahwa pemerintah telah merencanakan dan akan kita bahas bersama dalam RAPBD Tahun Anggaran 2026,” jawab Neni Moerniaeni.
[RIR/ADVÂ DPRDÂ BONTANG]
