Infokaltim.id, Bontang– Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto, menyatakan keyakinannya terhadap target Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam menurunkan angka pengangguran, seiring dengan program strategis pembangunan dan dukungan dari sektor industri.
Pernyataan ini disampaikan Heri sebagai tanggapan atas target yang sebelumnya diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang menyebut bahwa Pemkot menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 50 persen pada tahun 2026.
“Saya juga optimis angka pengangguran dapat berkurang. Karena sekarang banyak juga rencana pembangunan pabrik yang bisa menyerap tenaga kerja,” ujarnya kepada awak media.
Optimisme Politikus Partai Gerindra ini bukan tanpa dasar. Ia menyoroti sejumlah proyek industri strategis yang saat ini tengah berjalan di Bontang, seperti pembangunan pabrik bahan peledak Soda Ash dan pengembangan kawasan industri milik PT Black Bear Resources Indonesia. Heri meyakini kehadiran dua proyek tersebut dapat menjadi peluang besar dalam menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
“Soda Ash sudah mulai dibangun, begitu juga pengembangan PT Black Bear. Ini angin segar bagi para pencari kerja,” sebutnya.
Tak hanya dari sektor industri, Heri juga melihat program-program Pemkot Bontang lainnya turut mendukung pengurangan pengangguran, termasuk pemberian bantuan modal usaha bagi pelaku usaha kecil dan calon wirausahawan.
“Artinya antara upaya yang dilakukan Pemkot dengan realisasinya sejalan. Saya bahkan yakin, target pengurangan pengangguran ini bisa tercapai hingga 70 persen,” imbuhnya dengan optimis.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang mendukung pernyataan tersebut. Pada Agustus 2024, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 7,06 persen, mengalami penurunan 0,68 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 87.299 orang, sementara angkatan kerja tercatat 93.930 orang.
Sektor jasa tercatat sebagai penyumbang peningkatan pekerja terbanyak dengan tambahan 1.040 orang, sedangkan sektor pertanian mengalami penurunan terbesar, yakni 1.060 orang. Namun demikian, pekerja formal masih mendominasi dengan angka 68,03 persen, meskipun mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Dengan kombinasi strategi pembangunan industri dan pemberdayaan usaha mikro, Heri Keswanto meyakini Bontang sedang berada pada jalur yang tepat menuju penurunan pengangguran secara signifikan.
[RIR/ADVÂ DPRDÂ BONTANG]
