Senin, Juli 20, 2026
BerandaBeritaKetua DPRD Dorong Peningkatan Kemandirian Fiskal, Harapkan Bontang Tak Andalkan DBH Migas

Ketua DPRD Dorong Peningkatan Kemandirian Fiskal, Harapkan Bontang Tak Andalkan DBH Migas

Infokaltim.id, Bontang- Realisasi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SilPA) tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp400 miliar turut memperkuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang tahun ini. Meski terjadi pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat secara nasional, kondisi tersebut tidak banyak memengaruhi struktur keuangan daerah.

Berdasarkan keterangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, penyesuaian hanya terjadi pada Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp1,2 miliar di pos infrastruktur dari total DAU yang mencapai Rp274 miliar.

Namun demikian, tantangan kemandirian fiskal masih menjadi perhatian. Laporan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat, Derajat Otonomi Fiskal (DOF) provinsi ini turun pada triwulan pertama tahun 2025, dari 59,04 persen menjadi 55,56 persen. Penurunan ini menunjukkan semakin tingginya ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

Di tingkat kabupaten/kota, disparitas kemampuan fiskal juga terlihat. Balikpapan menempati posisi teratas dengan DOF 30,04 persen, diikuti Samarinda 21,19 persen. Bontang berada di posisi ketiga dengan DOF hanya 13,86 persen.

Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengakui rendahnya tingkat kemandirian fiskal Bontang. Ia menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan dapat terus ditingkatkan. Pasalnya, hingga kini pagu anggaran daerah masih bergantung pada transfer pusat, terutama dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas.

“Kami ingin Bontang naik peringkat. Kemandirian itu bukan hanya soal nominal anggaran, tetapi juga soal mental dan keberanian pemangku kebijakan dalam menciptakan inovasi,” tegas politisi muda Partai Golkar tersebut.

Saat ini, kontribusi PAD Bontang terhadap total APBD baru sekitar 14 persen atau sekitar Rp200 miliar. Angka itu masih jauh dari ideal, mengingat total APBD Perubahan tahun 2024 lalu menembus lebih dari Rp3 triliun.

“Masih banyak yang perlu dibenahi dan masih jauh dari kata mandiri. Tapi kami optimistis, dengan langkah-langkah bertahap, Bontang akan mampu lebih mandiri secara fiskal,” pungkasnya.

[RIR/ADV DPRD BONTANG]

RELATED ARTICLES

Most Popular