Infokaltim.id, Samarinda – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, mendesak Pemerintah Kota Samarinda untuk segera mengeksekusi rencana pemindahan kawasan pergudangan Yerstami ke kawasan Palaran yang sudah diwacanakan sejak bertahun-tahun lalu namun tidak kunjung terealisasi. Menurutnya, jika lokasi alternatif di Palaran sudah disiapkan dan dinyatakan layak, tidak ada alasan lagi untuk menunda pemindahan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ronal kepada wartawan usai rangkaian rapat di DPRD Kota Samarinda, Rabu (22/4/2026). Ia menyebut rencana pemindahan pergudangan ke kawasan Palaran yang berlokasi di sekitar area Petikemas, sebenarnya sudah lama masuk dalam agenda pemerintah kota dan bahkan disebut-sebut sudah menjadi kesepakatan. Namun hingga kini implementasinya masih nihil, dan kondisi pergudangan di tengah kota terus menimbulkan masalah baru dari hari ke hari.
“Memindahkan ke Palaran lebih pantas, saya pikir. Karena sudah menjadi kesepakatan, atau sudah ditentukan, tapi kenapa tidak dipindah? Itu menjadi pertanyaan saya. Untuk saat ini sebenarnya tidak ada permasalahan kalau memang kita sudah siap. Tinggal pelaku usahanya saja kita siapkan, mereka pindah ke sana,” tegas Ronal.
Ronal menambahkan, Varia Niaga atau Karya Niaga sebagai pengelola pergudangan Ir. Sutami sempat menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi kawasan tersebut. Pengelola berharap jika pergudangan Ir. Sutami masih dipertahankan, maka proses hilirisasi perdagangan dari pelabuhan ke pergudangan harus dipermudah, termasuk mengurangi hambatan lalu lintas yang selama ini menjadi kendala utama. Hal ini menunjukkan bahwa pengelola sendiri pun menyadari adanya persoalan yang butuh solusi segera, baik berupa perbaikan kondisi eksisting maupun pemindahan ke lokasi baru.
Dari sisi regulasi tata ruang, Ronal mengakui perlunya pengecekan lebih lanjut terhadap detail RTRW terbaru untuk memastikan mekanisme pemindahan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun ia meyakini, jika pemerintah kota sudah mengajukan jenis kegiatan tersebut melalui mekanisme yang benar, maka kelayakan lokasi Palaran sebagai kawasan pergudangan baru sudah pasti sudah dipertimbangkan secara matang mulai dari aspek aksesibilitas, hilirisasi perdagangan dari pelabuhan, hingga konektivitas distribusi ke berbagai titik di Kota Samarinda. Ronal mendorong agar anggaran untuk proses pemindahan ini segera dialokasikan dalam pergeseran anggaran tahun 2026 agar persoalan yang sudah berulang bertahun-tahun ini benar-benar bisa tuntas.
[Ary|Anl|Ads]
