Infokaltim.id, Samarinda – Komisi II DPRD Kota Samarinda mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda pada tahun 2025 agar mencapai target 1 triliun rupiah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi.
“Kita berharap PAD pasti harus naik, karena potensinya sangat besar. Harus naik, kalau sekarang kita sudah di 800-an, ya para-paranya ya harus satu triliun,” ujar Iswandi.
Menurut Iswandi, Kota Samarinda masih memiliki banyak potensi pendapatan yang belum dioptimalkan. Dia menekankan pentingnya koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan sumber-sumber PAD.
“Masih ada potensi kita, tinggal kita bicara dengan OPD-OPD yang bisa meningkatkan PAD kita,” jelasnya.
Iswandi mengungkapkan bahwa salah satu alasan Komisi II DPRD Samarinda memanggil berbagai mitra kerja pada triwulan pertama 2025 adalah untuk mengevaluasi kinerja tahun 2024 dan melihat rencana kegiatan tahun 2025. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya keberlanjutan program yang berdampak positif terhadap peningkatan PAD.
“Yang ingin kita ketahui dari pemanggilan ini pertama adalah kita coba mengevaluasi kinerja 2024-nya. Dan kita meminta RKA (Rencana Kegiatan dan Anggaran) 2025-nya, rencana kegiatannya untuk 2025,” katanya.
Iswandi juga menyoroti pentingnya peran sektor pariwisata dalam meningkatkan PAD Kota Samarinda. Menurutnya, dengan alokasi anggaran yang lebih besar untuk sektor pariwisata, kontribusinya terhadap PAD bisa lebih signifikan.
“Termasuk seperti kemarin saya, waktu kita ngomong pariwisata kan. Kan bisa banyak PAD didapatkan, tapi kalau dikasih anggaran cuma 4 miliar itu aja bagaimana?” tandasnya.
Sebagai komisi yang membidangi masalah keuangan daerah, Komisi II DPRD Samarinda menekankan pentingnya data sebagai dasar dalam melakukan pengawasan dan evaluasi. Iswandi menegaskan bahwa pihaknya memerlukan laporan keuangan dan data konkret dalam melakukan pengawasan.
“Dasarnya ya by data. Makanya saya harus perlu laporan keuangan, laporan mungkin yang jawab itu ya harus ada datanya. Nggak bisa asal ngomong katanya-katanya aja,” tegasnya.
Komisi II DPRD Samarinda akan terus mengawal upaya peningkatan PAD Kota Samarinda untuk mencapai target 1 triliun rupiah. Pengawasan terhadap kinerja OPD terkait akan dilakukan secara konsisten untuk memastikan optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah.
[Arya|Anl|Ads]
