Melalui Potongan Dana TTP Pegawai, Pemkot Samarinda Bakal Berikan Bantuan Obat dan Sembako Bagi Warga Isoman

Suasana Rapat di Balaikota

Infokaltim.id, Samarinda- Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menanggulangi permasalahan yang dihadapi akibat Covid-19.

Sebagai langkah antisipasi, Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun telah melakukan pembagian tugas kepada para pejabat dengan sistem klaster hulu dan klaster hilir. Dimana Asisten I Sekretariat Kota Samarinda Tejo Sutarnoto sebagai koordinator hulu. Sedangkan Asisten II drg Nina Endang Rahayu akan menangani sektor hilir.

Untuk sektor sosial, Asisten III Ali Fitri Noor mendapat tugas dari Wali Kota untuk membentuk tim dalam mempermudah urusan bantuan sembako dan obat-obatan bagi warga yang terdampak Covid 19.

“Alhamdulillah untuk urusan sosial kita mendapat bantuan beras dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebesar 100 ton,” kata Ali Fitri ketika memimpin rapat tim aksi bantuan sosial Covid 19 di gedung Balaikota, Senin (26/7/2021).

Dimana bantuan beras ini nanti akan dibagi menjadi 20 ribu paket dalam kemasan 5 kilogram dan akan disalurkan ke warga melalui data dari Dinas Sosial yang berkesesuaian dengan data warga yang ada di kecamatan.

“Target pendistribusian sendiri sesuai instruksi dari pemerintah pusat setidaknya tanggal 30 Juli sudah mulai disalurkan,” ujarnya.

Asisten III sekretariat kota Samarinda ini juga menambahkan jika Pemerintah berencana akan melakukan pemotongan secara progresif terhadap Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) para ASN mulai dari Wali Kota hingga staf di lingkungan Pemkot Samarinda. Yang mana dana yang terkumpul akan dibelikan berupa paket sembako.

“Per paket nanti nilai besarannya berkisar Rp 100 ribu terdiri dari beras, minyak, kecap dan akan kita siapkan sebanyak sepuluh ribu paket untuk disebar di 10 Kecamatan agar bisa dibagikan ke keluarga penerima manfaat mulai 8 hingga 10 Agustus. Penerimanya nanti khusus warga yang terdampak Covid 19 yang melakukan isolasi mandiri kemudian sisanya kepada warga yang terdampak secara ekonomi,” ungkapnya.

Sementara terkait pembelian obat-obatan sendiri, mantan kepala Balitbangda Samarinda ini mengatakan akan mengambil dari dana kelebihan Rp 100 juta dari hasil pemotongan dana TTP ASN yang sempat dilakukan saat pandemi diawal tahun kemarin.

“Jadi dari dana Rp 100 juta tadi kita akan belikan obat-obatan seperti vitamin C dan vitamin D serta obat yang mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan, paling lambat Kamis besok sudah kita salurkan ke 10 kecamatan dengan melibatkan puskesmas setempat,”pintanya.

Ia berharap dengan aksi cepat tadi setidaknya bisa memberikan dampak positif bagi warga yang membutuhkan termasuk untuk mengantisipasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Samarinda yang mulai memasuki level 4.

“Semoga dengan pembentukan tim aksi ini bisa mempercepat penyaluran bantuan sosial seperti yang diharapkan oleh bapak Wali Kota,” tutup Ali Fitri.

[SDH | KMF-SMD)