Selasa, September 15, 2026
BerandaBeritaPemadaman Listrik Malam Hari Disorot, Rustam Minta PLN Atur Jadwal Lebih Bijak

Pemadaman Listrik Malam Hari Disorot, Rustam Minta PLN Atur Jadwal Lebih Bijak

Infokaltim.id, Bontang– Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bontang mendapat sorotan DPRD. Ketua Komisi B DPRD Bontang Rustam meminta PLN mengevaluasi waktu pelaksanaan pemadaman agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Rustam memahami pemadaman tidak terlepas dari adanya proses overhaul maupun gangguan pada sejumlah pembangkit. Namun, kondisi tersebut menurutnya bukan berarti PLN tidak dapat mengatur waktu pemadaman agar dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan.

Dia secara khusus meminta pemadaman pada malam hari dihindari. Terlebih jika pemadaman dilakukan pada malam akhir pekan, ketika aktivitas masyarakat dan pelaku usaha justru meningkat.

“Saya sangat menyayangkan pemadaman bergilir, baik pagi, siang, sore, malam maupun tengah malam. Kalau memang harus ada pemadaman, saya mengimbau agar dilakukan pagi atau siang, jangan malam hari,” ujar Rustam, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, malam Sabtu dan malam Minggu menjadi waktu penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Banyak usaha kuliner, pedagang kaki lima hingga usaha kecil lainnya mengandalkan ramainya aktivitas masyarakat pada akhir pekan.

“Pelaku UMKM mau mencari rezeki di malam Sabtu dan malam Minggu. Anak-anak muda juga mau nongkrong dan menikmati malam liburan. Jangan sampai aktivitas mereka terganggu karena pemadaman,” katanya.

Selain berdampak terhadap aktivitas ekonomi, Rustam mengkhawatirkan pemadaman pada malam hingga tengah malam dapat memunculkan risiko keamanan.
Kondisi gelap membuat masyarakat berpotensi menggunakan lilin maupun sumber penerangan alternatif lainnya. Jika tidak berhati-hati, penggunaan sumber api tersebut dikhawatirkan memicu insiden kebakaran.

“Yang saya takutkan kalau pemadaman dari jam 9 malam, jam 12 malam dan seterusnya, nanti bisa terjadi insiden. Misalnya kebakaran akibat lilin atau sumber penerangan lainnya,” jelasnya.

Karena itu, Rustam meminta PLN membuat jadwal pemadaman yang lebih terukur. Jika pemadaman memang tidak dapat dihindari karena pemeliharaan atau gangguan sistem, waktu pelaksanaannya diharapkan mempertimbangkan aktivitas warga.

Menurutnya, pemadaman pada pagi, siang atau sore relatif lebih dapat ditoleransi dibandingkan pemadaman pada malam hari. Apalagi jika terjadi pada akhir pekan.

“Kita harapkan kalau ada pemadaman, diatur dari pagi, siang atau bahkan sore. Kalau sudah malam, kalau bisa dihindari,” tegasnya.

Rustam berharap kondisi tersebut menjadi perhatian kepala PLN yang baru di Kota Bontang. Menurutnya, persoalan listrik bukan hanya menyangkut pasokan energi, tetapi juga menyangkut kenyamanan, keamanan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dia memastikan persoalan pemadaman listrik akan dibawa dalam pembahasan DPRD bersama PLN dan Pemerintah Kota Bontang. Agenda tersebut akan dikoordinasikan melalui Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Bontang dan diupayakan masuk dalam jadwal pembahasan pada September.

“Insyaallah akan kita jadwalkan di Banmus. Nanti kita diskusi bersama PLN dan Pemerintah Kota Bontang, apa solusi-solusi yang harus kita ambil,” pungkasnya.

[ayu|anl|adv dprd btg]

RELATED ARTICLES

Most Popular