Rabu, Juli 22, 2026
BerandaBeritaSarkowi Sambut Baik Percepatan Program Umrah dan Perjalanan Religi Gratis untuk Marbot...

Sarkowi Sambut Baik Percepatan Program Umrah dan Perjalanan Religi Gratis untuk Marbot dan Penjaga Rumah Ibadah

Infokaltim.di, Samarinda- Pelaksanaan program umrah serta perjalanan religi gratis bagi para marbot dan penjaga rumah ibadah di Kaltim akan dimulai lebih cepat dari jadwal yang direncanakan sebelumnya.

Keputusan ini diambil menyusul instruksi Presiden terkait peralihan kepala daerah, yang menyebabkan penyesuaian anggaran di tingkat daerah.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry menyambut baik percepatan program ini.

Dia melihat langkah ini sebagai wujud nyata komitmen Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, program Gratispol dan Jospol bisa terlaksana tahun ini, lebih cepat dari rencana. Ini menunjukkan keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam menepati janji mereka,” ujar Sarkowi.

Menurutnya, proses seleksi calon peserta sudah berjalan di bawah pengawasan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dengan salah satu kriteria utama adalah lamanya masa pengabdian sebagai marbot atau penjaga rumah ibadah.

“Saya sudah menelusuri bahwa di Biro Kesra terdapat tim seleksi. Dalam biodata calon peserta, dicantumkan berapa lama mereka menjalankan tugas sebagai marbot. Jadi persyaratan administrasinya sudah jelas,” tambahnya.

Meski optimis, Sarkowi tetap mengingatkan adanya kemungkinan penyimpangan dalam proses seleksi.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi yang akan didiskusikan bersama pihak terkait setelah program berjalan.

“Jika nanti ada indikasi ketidakberesan, hal itu pasti akan terungkap dan kami akan gunakan sebagai evaluasi demi perbaikan di masa mendatang,” tegasnya.

DPRD Kaltim, khususnya Komisi IV, yang merupakan mitra kerja Biro Kesra dan Dinas Pendidikan, berkomitmen menjalankan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Evaluasi akan dilakukan, termasuk mengkaji laporan masalah teknis maupun penggunaan anggaran.

“Jika terdapat temuan atau masalah, kami akan meminta klarifikasi. Kami memiliki kewenangan untuk memanggil pihak terkait dan meminta pertanggungjawaban,” jelas Sarkowi.

Namun, ia menegaskan pentingnya memberi kesempatan pelaksanaan program terlebih dahulu sebelum melakukan evaluasi. Kritik sebaiknya diberikan berdasarkan hasil pelaksanaan, bukan hanya asumsi semata.

“Yang terpenting sekarang adalah memberikan ruang untuk melaksanakan program ini. Evaluasi bisa dilakukan setelah program berjalan. Jangan dulu bersikap apriori,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular