Infokaltim.id, Samarinda– Lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa daerah di Kalimantan Timur menarik perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Mereka menilai bahwa penyakit ini, yang selalu muncul secara musiman, seharusnya sudah menjadi perhatian rutin dalam program pencegahan pemerintah daerah.
Anggota DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, menyampaikan bahwa DBD sebenarnya merupakan penyakit musiman yang kerap muncul tiap tahun.
Oleh sebab itu, pihak terkait harus lebih siap menghadapi perubahan musim, terutama saat memasuki musim hujan.
“Kita harus bersiap sejak awal, terutama saat musim berganti. Ini seharusnya menjadi perhatian utama agar penanganan bisa cepat dan tepat,” ujar Nurhadi.
Ia juga menekankan pentingnya Dinas Kesehatan untuk bergerak lebih cepat dalam merespons potensi peningkatan kasus.
Kesiapan yang terlambat bisa berisiko besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah padat penduduk.
“Selain penanganan cepat dari Dinas Kesehatan, edukasi dan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan,” tambahnya.
Nurhadi menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan harus ada partisipasi aktif dari masyarakat.
“Penanganan DBD merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah dan warga. Kerja sama yang baik menjadi kunci sukses mengendalikan penyakit ini,” tutupnya.
