Infokaltim.id, Samarinda – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Samarinda kembali menarik perhatian publik. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M Darlis Pattalongi, menyampaikan kritik tajam terkait minimnya dukungan anggaran dari pemerintah provinsi untuk sekolah ini.
Sejak berdiri 43 tahun lalu di wilayah Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, SMAN 4 ternyata belum sekalipun mendapatkan dana pembangunan dari APBD Kaltim.
“Ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi tentang keadilan. Bagaimana mungkin sebuah sekolah negeri di ibu kota provinsi tidak pernah mendapat perhatian anggaran?” ujar Darlis.
Menurut Darlis, kondisi SMAN 4 merefleksikan ketidakmerataan fasilitas pendidikan di Kalimantan Timur, bahkan di pusat kota sekalipun. Sementara sekolah-sekolah lain di Samarinda memiliki bangunan megah dan fasilitas lengkap, SMAN 4 justru masih berjuang dengan keterbatasan sarana dasar.
“Sekolah lain sudah bertingkat dan modern, sedangkan SMAN 4 belum memiliki ruang kelas yang layak. Ini adalah contoh ketimpangan yang jelas,” tegasnya.
Darlis juga menyoroti lokasi sekolah yang berada di kawasan rawa dan permukiman padat sebagai alasan minimnya perhatian, namun dia menolak hal itu dijadikan pembenaran.
“Kondisi geografis harus diatasi dengan solusi yang tepat, seperti membangun gedung panggung. Ini soal penyesuaian, bukan pengabaian,” katanya.
Ia mengusulkan agar dalam APBD Perubahan 2025, pembangunan SMAN 4 masuk sebagai prioritas utama. DPRD siap memperjuangkan alokasi anggaran agar siswa dan guru dapat belajar dengan fasilitas yang memadai.
“Sudah puluhan tahun mereka bertahan dalam keterbatasan. Ini menyangkut ratusan siswa dan guru yang harus mendapat perhatian,” tambah Darlis.
Lebih lanjut, Darlis menegaskan bahwa pendidikan harus tersedia secara merata, tanpa diskriminasi antara sekolah unggulan di pusat kota dengan sekolah di wilayah pinggiran.
“Jika kita ingin membangun sumber daya manusia yang berkualitas, perhatian harus merata. Pendidikan harus adil dan dapat diakses oleh semua,” tutupnya.
[anr|anl|adv dprd kaltim]
