Selasa, Juli 21, 2026
BerandaBeritaSalehuddin Minta Percapatan, Hampir Setahun Kasus Pembacokan Rusel di Muara Kate Belum...

Salehuddin Minta Percapatan, Hampir Setahun Kasus Pembacokan Rusel di Muara Kate Belum Terungkap

Infokaltim.id, Samarinda- Sudah hampir satu tahun berlalu sejak Rusel (60), tokoh adat Muara Kate di Kabupaten Paser, meninggal dunia akibat pembacokan.

Namun hingga kini, pelaku di balik kejadian tragis tersebut masih belum ditemukan. Warga setempat pun masih diliputi ketakutan, sementara kegiatan pertambangan di kawasan mereka justru makin berkembang pesat.

Rusel meninggal saat sedang berjaga di pos pengawasan bersama empat warga lain. Pos itu dibangun oleh masyarakat sebagai upaya untuk menghalau truk-truk pengangkut batu bara yang melintas di jalan permukiman mereka.

Sayangnya, niat baik menjaga lingkungan tersebut justru berakhir dengan tragedi, dan pelaku pembacokan masih menjadi misteri.

Kondisi ini menimbulkan kecemasan mendalam, tidak hanya terkait masalah keamanan, tapi juga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.

Salehuddin, Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, mengatakan bahwa Gubernur Kaltim telah berusaha melakukan pendekatan dengan mengundang kelompok adat dan organisasi masyarakat untuk berdialog.

“Gubernur sudah mengambil langkah nyata dengan mengumpulkan berbagai kelompok masyarakat adat dan organisasi kerukunan. Ini menunjukkan perhatian yang serius,” ujar Salehuddin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa dialog saja tidak cukup. Keterbukaan dan transparansi aparat penegak hukum dalam menangani kasus ini sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan warga.

“Ini masalah penghidupan banyak orang, jadi memang sangat kompleks,” kata Salehuddin, mengacu pada benturan antara kegiatan tambang dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal.

Ia tetap optimistis bahwa solusi yang adil dapat dicapai, dengan syarat aparat tidak menutup-nutupi proses penyelidikan dan melibatkan warga secara aktif dalam pencarian keadilan.

“Secara bertahap, saya yakin kebenaran akan terungkap. Yang terpenting adalah proses ini harus terbuka dan partisipatif,” tutupnya.

Sementara itu, masyarakat Muara Kate masih menunggu keadilan di tengah bayang-bayang aktivitas pertambangan yang terus meningkat.

RELATED ARTICLES

Most Popular