Senin, Juli 20, 2026
BerandaBeritaKeterbatasan Infrastruktur Dasar di Babulu Jadi Fokus Perhatian Baharuddin Muin

Keterbatasan Infrastruktur Dasar di Babulu Jadi Fokus Perhatian Baharuddin Muin

Infokaltim.id, Samarinda- Kondisi infrastruktur dasar di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kembali mengundang perhatian serius dari kalangan legislatif.

Permasalahan utama yang mencuat adalah masih kurangnya fasilitas jalan usaha tani dan sarana pertanian pendukung yang memadai.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, menyoroti kesulitan yang dialami para petani setempat dalam mengakses lahan serta membawa hasil panennya ke pasar.

Dia menyebutkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah atau bahkan belum terbangun menjadi hambatan utama.

“Petani di Babulu masih menghadapi tantangan besar karena akses jalan yang tidak memadai. Ini masalah lama yang harus segera ditangani agar produktivitas mereka bisa meningkat,” jelas Baharuddin.

Sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra, Baharuddin menilai Babulu memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi pangan di wilayah Kaltim.

Namun, potensi itu belum optimal karena minimnya dukungan infrastruktur, termasuk jaringan irigasi serta konektivitas antar desa yang masih lemah.

Baharuddin menekankan pentingnya memasukkan pembangunan Bendungan Talaki dan pengembangan jaringan irigasi sebagai prioritas utama dalam program pembangunan jangka menengah.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Untuk mewujudkan Babulu sebagai sentra pangan Kaltim, kita harus mulai dari memperkuat infrastruktur dasar. Bendungan dan sistem irigasi adalah kunci agar produksi pertanian dapat berjalan maksimal,” ujarnya tegas.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada dana khusus yang dialokasikan untuk proyek infrastruktur tersebut dalam APBD Perubahan tahun ini maupun dalam rancangan anggaran 2026.

“Kami di DPRD akan terus mengawal agar anggaran untuk infrastruktur strategis ini dapat segera direalisasikan. Ini bukan sekedar janji politik, tapi kebutuhan nyata masyarakat yang harus diperhatikan,” tambahnya.

Selain infrastruktur pertanian, Baharuddin juga menegaskan bahwa aspirasi masyarakat Babulu meliputi kebutuhan mendasar lain seperti penyediaan air bersih, akses pendidikan gratis, dan pemerataan layanan kesehatan.

Semua hal ini akan diperjuangkan melalui jalur legislatif.

Baru-baru ini, Kecamatan Babulu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat lewat kunjungan Menteri Pertanian.

Baharuddin melihat hal tersebut sebagai langkah positif, namun ia mengingatkan agar perhatian tidak berhenti pada kunjungan semata.

“Masyarakat membutuhkan program nyata yang berdampak langsung, bukan hanya seremoni. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah harus segera diwujudkan agar hasilnya terasa,” katanya.

Dengan infrastruktur yang memadai serta komitmen semua pihak terkait, Baharuddin optimistis Babulu dapat berkembang menjadi salah satu daerah sentra pangan utama di Kaltim.

“Jika akses jalan diperbaiki, irigasi diperkuat, dan distribusi hasil pertanian lancar, Babulu berpotensi besar menjadi penyangga pangan di Kaltim. Yang dibutuhkan sekarang adalah langkah cepat dan terencana,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular